Sebuah studi terbaru dari Corning Incorporated mengungkapkan bahwa durabilitas dan keandalan jangka panjang kini menjadi pertimbangan utama bagi pembeli ponsel pintar di India.

Data menunjukkan bahwa kerusakan perangkat sehari-hari sangat memengaruhi keputusan pembelian dan loyalitas merek.

>>> Gaya Hidup dan Pengalaman Bersantap Jadi Kunci, Industri Kuliner Indonesia Diprediksi Terus Tumbuh

Sebanyak 53% pengguna ponsel di India melaporkan bahwa layar pecah memaksa mereka untuk mengganti perangkat lebih cepat dari yang direncanakan.

Studi ini juga menyoroti kerentanan luas terhadap kerusakan akibat kecelakaan.

Sebanyak 87% responden mengaku pernah menjatuhkan ponsel setidaknya sekali dalam setahun terakhir, yang menyebabkan 56% di antaranya mengalami kecemasan terkait ketahanan kaca penutup.

Dampak Ekonomi dan Psikologis Kerusakan Perangkat

Konsekuensi kerusakan fisik tidak hanya sekadar cacat kosmetik atau ketidaknyamanan sementara.

Menurut studi, satu dari lima jatuh yang mengakibatkan kaca penutup pecah memerlukan perbaikan profesional atau penggantian perangkat sepenuhnya.

Insiden ini membawa dampak finansial yang signifikan. Hampir setengah dari konsumen yang disurvei mengeluarkan biaya perbaikan hingga lebih dari INR 2.000.

Selain aspek finansial, laporan mencatat bahwa layar pecah menyebabkan stres dan gangguan harian yang terukur bagi pengguna.

Akibatnya, 61% konsumen India menyatakan bahwa klaim durabilitas yang eksplisit secara langsung memengaruhi pilihan ponsel yang mereka beli.

Dalam mengevaluasi ketahanan perangkat, responden memprioritaskan fitur perlindungan tertentu: perlindungan jatuh (52%), perlindungan depan dan belakang yang setara (52%), serta ketahanan gores (48%).

Pengakuan Merek dan Ekspektasi Tampilan yang Berkembang

Survei mengukur kesadaran pasar yang tinggi terhadap bahan penutup khusus.

>>> 5 Kesalahan Hair Care yang Bisa Merusak Rambut, Masih Sering Dilakukan