Iran menegaskan pihaknya tetap mematuhi kesepakatan gencatan senjata dengan Amerika Serikat. Pernyataan ini disampaikan sebagai bantahan atas tuduhan pelanggaran dari pihak AS.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan, "Iran sejauh ini telah menepati janjinya, tidak seperti yang disebut Menteri Keuangan AS yang melanggar Pasal 9 MoU."

>>> Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Jadi Tersangka

Pasal 9 MoU menyebutkan Iran akan mempertahankan status quo program nuklirnya. Sementara AS tidak akan memberlakukan sanksi baru dan tidak mengerahkan pasukan tambahan di kawasan.

"Pelanggaran itu mengikuti pelanggaran dan kesalahan lain oleh Amerika Serikat. Realitanya, hanya ada kepatuhan timbal balik," tambah Araghchi.

Pernyataan Trump soal Gencatan Senjata

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menyatakan gencatan senjata dengan Iran telah berakhir. Trump juga mengklaim Iran meminta perundingan dilanjutkan, namun AS menolak.

>>> Profil Rudi Margono, Plt Jampidsus Pengganti Febrie Adriansyah

Trump juga merespons kabar rencana pembunuhan yang menargetkan dirinya. Dalam unggahan di Truth Social, ia mengancam akan menghancurkan Iran jika negara tersebut berhasil membunuhnya.

"1.000 rudal telah siap dan diarahkan ke Iran, dengan ribuan rudal lainnya akan segera menyusul," tulis Trump.

>>> Muzani, Sugiono, dan Gus Yahya Takziah ke Makam Ayatollah Khamenei

Ia juga mengklaim telah memberikan instruksi tersebut dan militer AS siaga.