Iran membantah klaim bahwa mereka mengajukan negosiasi di tengah gempuran Amerika Serikat (AS) beberapa waktu lalu.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei bahkan mengatakan Angkatan Bersenjata siap membalas segala pelanggaran yang dilakukan AS.

>>> Sinopsis The Shrine: Kim Jae-joong Jadi Dukun Hadapi Misteri Kamikakushi

"Iran tak meminta pembicaraan dengan Washington," demikian laporan media pemerintah Iran, IRNA, dari pernyataan Baghaei, Sabtu (11/7).

Namun, dia mencatat Iran sudah menerima permintaan dari mediator regional untuk membahas perkembangan terkini dan menjamu delegasi Qatar di Mashhad.

Sebelumnya, Presiden Donald Trump mengeklaim Iran meminta AS untuk melanjutkan pembicaraan dan Washington setuju.

Baghaei lantas menegaskan pendekatan Iran ke AS tetap berdasarkan tindakan resiprokal, tak akan melakukan kewajiban tanpa tindakan yang sesuai dari pihak lain.

"Washington telah berulang kali melanggar ketentuan nota kesepahaman yang baru saja ditandatangani," kata dia.

>>> Syarat Mudah Timnas Indonesia Lolos Semifinal Piala AFF Wanita 2026

Lebih lanjut, Jubir itu menegaskan AS sudah melanggar MoU beberapa kali hanya dalam waktu 22 hari setelah ditandatangani.

Tindakan ini mencakup pembatasan penjualan minyak Iran dan pengumuman sanksi baru.

"Republik Islam Iran telah mengambil langkah-langkah timbal balik yang diperlukan, dan pendekatan ini akan berlanjut di masa mendatang," imbuhnya.

AS dan Iran menandatangani MoU pada Juni lalu.

Kesepakatan itu mencakup penghentian pertempuran dari seluruh front, pencairan aset Iran yang dibekukan AS, hingga mengizinkan impor minyak Iran.

>>> Menara Eiffel Tutup Lebih Awal Akibat Gelombang Panas di Paris

Namun, AS melanggar kesepakatan tersebut dan yang terbaru adalah menggempur Iran. Mereka bahkan menyerang fasilitas sipil di Iran.