Menara Eiffel di Paris akan ditutup lebih awal pada akhir pekan ini menyusul gelombang panas ekstrem yang kembali melanda Prancis.

Kebijakan tersebut diambil demi melindungi keselamatan pengunjung maupun para petugas yang bekerja di ikon wisata dunia tersebut.

>>> PNM Gelar Porseni 2026 untuk Tingkatkan Semangat Kerja Karyawan

Operator Menara Eiffel mengumumkan monumen baja setinggi 330 meter itu akan menghentikan operasional lebih cepat dari biasanya, yakni pukul 16.00 waktu setempat pada Sabtu (12/7) dan Minggu (13/7).

"Dikarenakan suhu tinggi yang diperkirakan terjadi, Menara Eiffel akan menyesuaikan operasionalnya," demikian pernyataan operator melalui situs resminya.

Paris saat ini berada dalam status siaga tertinggi yang dikeluarkan badan meteorologi Prancis.

Gelombang panas yang melanda kali ini menjadi yang ketiga sejak Mei, menandai musim panas yang semakin ekstrem di negara tersebut.

>>> Demam Piala Dunia, Mobil Ini Diselimuti Ratusan Stiker Panini

Penutupan lebih awal dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap dampak suhu tinggi yang berpotensi membahayakan pengunjung, terutama mereka yang ingin naik hingga ke puncak menara menggunakan tangga maupun lift.

Pihak pengelola juga mengimbau wisatawan untuk membawa air minum yang cukup, mengenakan pakaian ringan, menggunakan pelindung dari sinar matahari, serta menghindari paparan panas secara langsung dalam waktu lama.

Gelombang panas yang melanda sebagian besar wilayah Eropa belakangan ini telah memaksa sejumlah negara mengambil berbagai langkah darurat, mulai dari penyesuaian jam operasional objek wisata hingga peringatan kesehatan bagi masyarakat.

Menara Eiffel merupakan salah satu destinasi wisata paling populer di dunia dengan jutaan pengunjung setiap tahun.

>>> Transmart Full Day Sale: Alat Masak Rp70 Ribuan, Diskon 50%+20%

Penyesuaian jam operasional ini diharapkan dapat meminimalkan risiko di tengah cuaca ekstrem yang diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan.