Politisi PSI Dedek Prayudi alias Uki meyakini bahwa pihak yang selama ini mendanai kasus hukum Dokter Tifa terkait tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) kini telah menghilang.

Pernyataan itu disampaikan Uki menanggapi langkah Dokter Tifa yang mulai menggalang donasi untuk membantu proses hukumnya di Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

>>> Garmin Tumbuh Double Digit di Tengah Perlambatan Ekonomi, Andalkan Tren Lari dan Pasar Perempuan

"Saya tahu sekarang Anda menggalang donasi sejak jadi terdakwa.

Pastilah kalau sudah sejauh ini kasus bergulir, ini menurut keyakinan saya ya, bohir sudah enggak mau lagi ngedanain," ucap Uki dalam kanal YouTube COKRO TV, dikutip Sabtu (11/7).

Menurut Uki, Tifa belum menyadari bahwa dirinya hanyalah pion dalam papan catur seorang tokoh besar yang masih bersembunyi.

"Anda mungkin enggak sadar selama ini Anda cuma pion di papan catur seorang tokoh besar yang sampai sekarang masih tersembunyi identitasnya," ujar Uki.

Uki menambahkan, kini bukan lagi tepuk tangan sesama pembenci Jokowi yang memabukkan Tifa, melainkan ancaman jeruji besi yang seharusnya menyadarkan dirinya.

>>> Hasil Sprint Race MotoGP Jerman: Marc Marquez Juara, Kalahkan Alex Marquez

Donasi Melalui Penjualan Buku

Dokter Tifa resmi mengumumkan penggalangan dana pada Sabtu, 4 Juli 2026, dua hari setelah sidang perdana di PN Jakarta Timur.

Dalam cuitannya di akun X, ia mengaku mulai kehabisan dana pribadi untuk biaya hukum sejak April 2025.

Demi menjaga harga diri, ia selama ini menggunakan uang pribadi tanpa bantuan pihak lain.

Namun karena kebutuhan biaya sidang yang besar, Tifa akhirnya membuka donasi dengan cara menjual buku-buku karya ilmiahnya.

>>> Bangun Ekosistem Web3, ANOA Rangkul Komunitas Gaming

Ia mengajak simpatisan membeli buku tersebut untuk kemudian didonasikan ke sekolah, pesantren, atau perpustakaan. Seluruh hasil penjualan digunakan sebagai dana perjuangan di pengadilan.