Martha Ann Lillard, orang terakhir di Amerika Serikat yang diketahui masih menggunakan alat bantu napas iron lung setelah selamat dari polio masa kecil, meninggal pada 26 Juni di Oklahoma pada usia 78 tahun.

Kabar duka ini disampaikan oleh keluarga dan pemberitaan media setempat, seperti dilansir KFOR dan People.

>>> Badai Dahsyat Ancam Louisiana, Gelombang Panas Target Philadelphia

Lillard terjangkit polio saat berusia 5 tahun, yang membuatnya lumpuh dari leher ke bawah dan bergantung pada alat besi besar yang menggunakan perubahan tekanan untuk membantu pernapasan.

Ia dikenal sebagai simbol ketangguhan dan menghabiskan hidupnya mengadvokasi penyandang disabilitas serta mengedukasi publik tentang pentingnya vaksinasi.

Adik perempuannya, Cindy McVey, mengaitkan kematian Lillard dengan komplikasi COVID-19 jangka panjang. Sertifikat kematian menyebutkan sindrom pasca-polio dan gagal paru kronis sebagai penyebab.

Lillard dua kali terinfeksi virus corona selama pandemi, yang secara signifikan memengaruhi kapasitas paru-parunya yang tersisa hanya 25 persen.

Pada dua tahun terakhir hidupnya, ia harus menghabiskan hampir 24 jam sehari di dalam mesin tersebut.

"Mereka bilang dia tidak akan hidup lebih dari 20 tahun," kata Cindy McVey kepada Associated Press pada Jumat.

McVey menyatakan bahwa kakaknya memiliki dorongan kuat untuk memaksimalkan kualitas hidup meskipun keterbatasan fisik yang berat.

Lillard berhasil hidup sendiri selama bertahun-tahun, mendapatkan kembali sebagian penggunaan kaki dan lengan kirinya melalui terapi, sehingga ia bisa menyiapkan makanan sendiri serta menggubah musik dan puisi.

>>> Rekaman Baru Ungkap Detik-Detik McConnell Dibawa ke Rumah Sakit

"Bagi saya, itu hal yang biasa," kenang Cindy McVey yang berusia 75 tahun.

Keluarga sebelumnya beradaptasi dengan kebutuhan medis Lillard dengan menggunakan trailer khusus untuk perjalanan darat dan menghubungi hotel untuk memverifikasi lebar pintu.