Prosesi pemakaman berlangsung secara tertutup setelah pemerintah menetapkan masa berkabung nasional selama sepekan.

Sebelum pemakaman, berbagai prosesi penghormatan digelar di sejumlah wilayah dan dihadiri jutaan warga.

Pemerintah Iran mengklaim lebih dari 15 juta orang mengikuti rangkaian prosesi tersebut, bahkan sejumlah pejabat memperkirakan jumlah pelayat mencapai sekitar 43 juta orang.

Angka itu disebut menjadi salah satu prosesi penghormatan terbesar dalam sejarah Republik Islam Iran.

Kementerian Intelijen Iran menilai besarnya jumlah pelayat mencerminkan dukungan masyarakat terhadap cita-cita Revolusi Islam.

Lembaga tersebut juga menyebut prosesi pemakaman menjadi simbol komitmen baru terhadap Poros Perlawanan.

Dalam pernyataan resminya, kementerian menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Iran, Irak, para ulama, pemerintah negara-negara sahabat, hingga delegasi dari berbagai negara Islam yang hadir memberikan penghormatan terakhir kepada Ayatollah Ali Khamenei.

Kementerian juga mengucapkan terima kasih kepada para pelayat dari Lebanon, Pakistan, Afghanistan, Azerbaijan, Turki, Kashmir, India, Bahrain, dan sejumlah negara lainnya.

Kehadiran mereka dinilai menjadi bentuk solidaritas terhadap Iran di tengah meningkatnya ketegangan kawasan.

Menutup pernyataannya, Kementerian Intelijen Iran kembali menegaskan komitmen untuk melanjutkan perjuangan melawan Amerika Serikat dan Israel.

>>> Spesifikasi Redmi Note 17 dan Note 17 Pro Bocor Jelang Peluncuran

Pernyataan itu sekaligus memperkuat pesan Mojtaba Khamenei bahwa Iran tidak akan menghentikan rencana pembalasan atas kematian Ayatollah Ali Khamenei.