Presiden Prabowo Subianto mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersatu dan bergotong-royong. Ia menekankan pentingnya mengedepankan nilai kebangsaan seperti saling memaafkan, memahami, dan membantu.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat memberi sambutan dalam peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 di Jakarta, Minggu (12/7).

>>> Hampir 2 Juta Warga China Timur Dievakuasi Akibat Topan Bavi

"Marilah kita kembali ke sifat bangsa Indonesia yaitu saling memaafkan, saling mengerti, saling mengasihi, saling membantu, jangan ikut-ikut budaya caci maki, dengki, budaya curiga," kata Prabowo.

Menurutnya, tidak ada keberhasilan yang bisa diraih jika masih ada pertikaian. Perbedaan suku, latar belakang, atau afiliasi politik tidak seharusnya menjadi alasan untuk bertikai.

"Untuk apa kita bertikai, kita ini satu keluarga apapun latar belakang kita, apapun suku kita, apapun latar belakang kita, apapun partai kita.

Semua partai banyak patriot dan semua partai banyak bajingannya juga," ujarnya.

Usai melontarkan kalimat tersebut, Prabowo sempat bertanya kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti mengenai kata 'bajingan'.

>>> Penembakan di Festival Jalanan Toronto, Dua Orang Tewas

"Presiden boleh ngomong bajingan? Aku enggak tanya kalian, aku tanya Menteri Pendidikan ini, boleh enggak?"

kata Prabowo.

Menurut Prabowo, kata bajingan tidak termasuk kasar. Ia menjelaskan kata itu biasanya keluar saat dirinya terlalu bersemangat.

"Ini kan tidak termasuk kasar, bajingan ya bajingan. Bajingan, bajingan bahasa apa itu?

Bahasa betawi ya? Memang saya lahir di Betawi, jadi maaf kalau saya semangat kata-kata Betawi keluar.

>>> Prabowo Turunkan Bunga Super Mikro Kredit KDMP Jadi 8 Persen

Sorry ye," katanya.