Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat) mencatatkan pendapatan kuartalan tertinggi sepanjang sejarah perusahaan pada kuartal I-2026, mencapai Rp15,2 triliun atau naik 12% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pencapaian itu berbarengan dengan keberhasilan Indosat menjadi satu-satunya emiten seluler yang tercatat dalam tiga indeks ESG KEHATI sekaligus untuk periode Juni hingga November 2026.

>>> Viking Row Meriahkan Perpisahan Suporter Norwegia Usai Piala Dunia 2026

Ketiga indeks tersebut adalah Indeks SRI-KEHATI, Indeks ESG Quality 45 IDX KEHATI, dan Indeks ESG Sector Leaders IDX KEHATI.

Masuknya Indosat ke tiga indeks ESG KEHATI menandakan bahwa strategi bisnis perusahaan tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan finansial, tetapi juga pada aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG).

Penurunan Emisi dan Efisiensi Energi Berkat AI

Di aspek lingkungan, Indosat berhasil menurunkan intensitas emisi karbon sebesar 50,89% sepanjang tahun buku 2025.

Perusahaan juga meningkatkan efisiensi penggunaan energi hingga 51,89% melalui pemanfaatan teknologi dan kecerdasan buatan (AI).

Dari sisi sosial, Indosat mengklaim telah membantu mencetak lebih dari 834 ribu talenta digital Indonesia melalui program IDCamp, SheHacks, dan Wadhwani Upskilling.

Representasi perempuan di posisi kepemimpinan juga meningkat menjadi 27,3%.

Aspek tata kelola diperkuat melalui perlindungan data pribadi, gerakan anti-spam dan anti-scam, serta penerapan Good Corporate Governance (GCG).

>>> Diskon Melimpah, Serbu TV dan Mesin Cuci di Transmart Full Day Sale

Director and Chief Legal & Regulatory Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Reski Damayanti, mengatakan implementasi ESG kini bukan sekadar memenuhi regulasi, tetapi menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan bisnis.

"Implementasi prinsip ESG penting untuk memitigasi risiko investasi, menjaga ketahanan operasional, serta memastikan keberlanjutan bisnis.