Emisi karbon gabungan Microsoft, Amazon, dan Google melonjak hampir 19 persen dalam setahun terakhir, terutama akibat pembangunan pusat data yang masif untuk mendukung kecerdasan buatan (AI).

Laporan The Guardian mengungkapkan bahwa pada tahun fiskal yang berakhir Maret 2026, tiga raksasa teknologi itu menghasilkan 119 juta metrik ton setara karbon dioksida, atau sekitar sepertiga dari total emisi tahunan Prancis.

>>> Terjebak di Pasifik: Petualangan Berlayar Berubah Menjadi Penjara

Angka ini melonjak dari tahun sebelumnya yang mencapai 101 juta metrik ton, setara dengan emisi Ceko pada 2024.

Klaim Ramah Lingkungan Dipertanyakan

Cecilia Rikap, profesor ekonomi di University College London, menilai klaim Microsoft, Amazon, dan Google tentang awan (cloud) yang ramah lingkungan hanyalah strategi pemasaran.

Ia memperingatkan pemerintah agar tidak mudah percaya ketika perusahaan yang sama menawarkan solusi AI untuk mengatasi krisis ekologi, sementara jejak karbon mereka terus membesar.

Rikap menambahkan bahwa perusahaan lain yang beralih ke cloud justru mengalihkan jejak karbon digital mereka ke raksasa teknologi, sehingga mengaburkan dampak lingkungan mereka sendiri.

Laporan Keberlanjutan Masing-Masing Perusahaan

Microsoft melaporkan emisinya naik 25 persen dalam setahun menjadi 20 juta metrik ton, terutama karena perluasan infrastruktur pusat data.

Google mencatat kenaikan 18 persen akibat rantai pasokan yang mendukung ekspansi bisnis, meskipun perusahaan mengklaim model AI-nya membantu mengurangi 41 juta ton emisi karbon di tempat lain tahun lalu.

Amazon mencatat kenaikan total emisi sebesar 16 persen dan emisi rantai pasokan naik 20 persen, termasuk dari pembangunan pusat data.

Namun, perusahaan tetap optimis mencapai target net zero pada 2040.

>>> Cara Mengubah Saldo Google Play Jadi Uang Tunai ke DANA yang Paling Aman di 2026