Fisikawan Temukan Teori Lubang Hitam Mikroskopis Lahir dari Kristal Ruang Waktu
Selama ini lubang hitam dikenal sebagai objek raksasa yang lahir dari runtuhnya bintang besar.
Namun, riset terbaru dari Goethe University Frankfurt dan Vienna University of Technology (TU Wien) menghadirkan skenario baru: lubang hitam juga bisa berukuran mikroskopis.
>>> Sejam General Sale, Tiket Konser BTS di Jakarta Habis Dipesan
Objek mikro ini diperkirakan muncul dari struktur unik bernama kristal ruang-waktu. Temuan ini dipublikasikan melalui simulasi komputer dan perhitungan matematika terkini.
Kristal Ruang-Waktu dalam Kondisi Ekstrem
Teori relativitas Einstein menyatakan ruang dan waktu menyatu menjadi jalinan ruang-waktu empat dimensi.
Dalam kondisi ekstrem yang disebut kolaps kritis, jalinan ini dapat mengorganisasi diri membentuk pola berulang seperti kristal.
Kristal ruang-waktu berada dalam titik keseimbangan yang sangat rapuh dan tidak stabil.
Fisikawan Daniel Grumiller menggambarkannya sebagai objek aneh dan mempesona, semacam keadaan transisi yang bisa berkembang ke dua arah.
>>> XLSmart Gelar Bravo 500 Summit 2026, Dorong Kolaborasi Teknologi Digital
"Setelah beberapa waktu, ketidakstabilan akan muncul dan kristal ruang-waktu tersebut akan menyebar menjadi radiasi atau kolaps menjadi lubang hitam kecil," ujar Grumiller.
Para peneliti menganalogikan kerapuhan struktur ini dengan air superdingin yang tepat di titik beku. Air tersebut akan langsung membeku jika mendapat guncangan kecil.
Demikian pula kristal ruang-waktu: tanpa gangguan ia akan terurai menjadi ruang-waktu biasa, tetapi suntikan energi sedikit saja bisa memicu runtuhnya pola menjadi lubang hitam mikroskopis.
Lubang hitam mikro ini diprediksi tidak bertahan lama.
Ukurannya yang sangat kecil membuatnya bersuhu sangat panas dan melepaskan Radiasi Hawking dengan cepat, sehingga langsung menguap dalam sekejap.
>>> Cara Nonton Piala Dunia 2026 di HP, Laptop, dan Smart TV via Platform Resmi
Penemuan formula matematika presisi ini membuktikan hipotesis dari simulasi komputer tahun 1993. Hasil riset membuka perspektif baru tentang pembentukan objek primordial sesaat setelah Big Bang.
Update Terbaru
Buffalo Bills Hadapi Ujian Berat di Laga Pembuka Melawan Houston Texans
Senin / 27-07-2026, 02:14 WIB
PGDX 2026 Siap Digelar Akhir Juli di SMX Convention Center Manila
Senin / 27-07-2026, 02:07 WIB
GM Raup 70 Sen dari Setiap Dolar Langganan, Hanya 4 Sen dari Penjualan Mobil
Senin / 27-07-2026, 02:07 WIB
Jimmie Johnson Kembali ke No. 48 untuk Balap Perpisahan di Daytona 500 2027
Senin / 27-07-2026, 02:01 WIB
Utah Talons Kalahkan Chicago Bandits 2-1 di Laga Pembuka Final AUSL
Senin / 27-07-2026, 02:01 WIB
Lucas Glover Protes Teknik AimPoint dengan Melepas Sepatu di 3M Open
Senin / 27-07-2026, 02:00 WIB
Jalen Brunson Masuk Klub Tanpa Hambatan, Michael Porter Jr. Harus Diperiksa
Senin / 27-07-2026, 02:00 WIB
Pelaku Serangan Pride Berlin Tewas dalam Baku Tembak dengan Polisi
Senin / 27-07-2026, 01:56 WIB
Percakapan Terakhir Oliver Tree dengan Sang Ibu: Antusiasme untuk Perjalanan Helikopter yang Fatal
Senin / 27-07-2026, 01:56 WIB
Profesor Sejarah Temukan Harta Karun Emas Zaman Besi Terbesar di Inggris
Senin / 27-07-2026, 01:56 WIB
Jika Internet Padam Global, Kekacauan dan Satu Miliar Orang Diprediksi Tewas
Senin / 27-07-2026, 01:56 WIB
Olah TKP Klinik Kebayoran Baru, Polisi Amankan Bantal Biru dan Sepeda Motor
Senin / 27-07-2026, 01:22 WIB
Pengemudi Tabrak Peserta Parade LGBT di Berlin, 1 Tewas dan 16 Luka
Senin / 27-07-2026, 01:21 WIB
PDIP Sejalan dengan Prabowo dalam Bela Negara dan Kepentingan Nasional
Senin / 27-07-2026, 01:21 WIB







