Kemarahan Publik Venezuela Meledak Akibat Respons Gempa yang Dianggap Gagal
Kemarahan publik di Venezuela semakin memuncak setelah pemerintah dianggap gagal memberikan respons yang memadai terhadap gempa bumi kembar yang melanda negara itu pada 24 Juni lalu.
Gempa tersebut menghancurkan sebagian wilayah La Guaira dan Caracas, dan menewaskan hampir 4.500 orang.
>>> Sakha Coffee: Mengangkat Kopi Lokal Lewat Gerakan #BeliLokal
Dalam sebuah insiden yang menyentuh hati, seorang ibu yang berduka, Damely Yaneth Díaz, menghadapi Nicolás Maduro Guerra, putra mantan presiden Nicolás Maduro, saat ia mengunjungi proyek perumahan yang rusak yang dinamai menurut Hugo Chávez.
"Saya tidak kehilangan dapur! Saya kehilangan seorang putri!"
teriak Díaz, menyoroti kegagalan pemerintah dalam memberikan dukungan yang memadai.
Ledakan emosinya bergema di antara para pengamat, yang mendukungnya saat ia mengkritik pejabat pemerintah karena kelalaian mereka.
"Kalian semua harus ditangkap," ujarnya, menekankan kecerobohan yang telah menyebabkan tragedi semacam itu.
>>> Menuju OECD, Menperin Benahi Tata Kelola Bahan Kimia di Tengah Lonjakan Ekspor
Seperti dilaporkan oleh The Guardian, banyak warga Venezuela percaya bahwa respons pemerintah tidak memadai, dan warga merasa ditinggalkan dalam upaya mereka menyelamatkan orang-orang terkasih yang terjebak.
Jumlah korban tewas resmi telah meningkat menjadi 4.490, dan dengan upaya pemulihan yang masih berlangsung, angka ini dapat terus bertambah.
Delcy Rodríguez, presiden sementara Venezuela, telah mengabaikan kritik publik sebagai bagian dari kampanye propaganda.
Ia mengklaim bahwa pemerintahannya dan angkatan bersenjata bekerja keras untuk membantu para korban, tetapi kunjungannya ke wilayah tersebut sebagian besar tanpa interaksi dengan keluarga yang terkena dampak.
>>> 15 Link Download Mod Bussid Full Strobo dan Lampu Kolong
Rodríguez menyatakan bahwa para kritikus pemerintah yang "terkutuk" akan dikubur, pernyataan yang hanya memperburuk kemarahan publik, terutama di antara keluarga yang masih mencari kerabat mereka yang meninggal.
Update Terbaru
TOP 40 Acara TV dengan Rating Terbaik Hari ini 15 Juli 2026 ada Asmara Gen Z Kembali Terperosok
Selasa / 14-07-2026, 18:00 WIB
Penulis Loki Bertahan di MCU, Rencana Pasca-Avengers: Doomsday Mulai Terbentuk
Selasa / 14-07-2026, 17:56 WIB
Adam Driver Dikabarkan Akan Jadi Magneto di MCU, Penggemar Antusias
Selasa / 14-07-2026, 17:56 WIB
AS Hancurkan Pangkalan AL Iran dengan Drone Laut untuk Pertama Kali
Selasa / 14-07-2026, 17:56 WIB
Bom Rakitan Meledak di MAN 3 Padang, Satu Pelajar Ditangkap
Selasa / 14-07-2026, 17:56 WIB
Indonesia Raih 1 Emas, 2 Perak, 2 Perunggu di IPhO Kolombia
Selasa / 14-07-2026, 17:56 WIB
Nomor 1 di ASEAN, Orang Indonesia Hasilkan 9 Juta Gambar AI per Hari
Selasa / 14-07-2026, 17:56 WIB
IHSG Ditutup Menguat ke 6.039, 422 Saham Hijau
Selasa / 14-07-2026, 17:54 WIB
Purbaya Ogah Kejar-kejar Pajak Orang Kaya Sampai Bangkrut
Selasa / 14-07-2026, 17:54 WIB
Prancis Pamerkan Kekuatan Militer dalam Parade Hari Bastille
Selasa / 14-07-2026, 17:49 WIB
Bupati Gowa Walk Out dari Sidang Pansus Hak Angket DPRD, Ini Alasannya
Selasa / 14-07-2026, 17:49 WIB
Lalin Gatot Subroto ke Mampang Prapatan Dialihkan Akibat JPO Ditabrak Truk
Selasa / 14-07-2026, 17:49 WIB
Asisten Pelatih Timnas India Ryan ten Doeschate Minta Mundur
Selasa / 14-07-2026, 17:44 WIB
Perang Urat Saraf Prancis vs Spanyol Memanas Jelang Semifinal Piala Dunia 2026
Selasa / 14-07-2026, 17:44 WIB







