Pembeli kendaraan elektrifikasi bekas disarankan melakukan pemeriksaan kondisi baterai secara mendalam. Langkah ini menjadi kunci utama untuk memastikan kesehatan sistem kelistrikan.

Mobil ramah lingkungan bekas menjadi alternatif menarik dengan harga lebih terjangkau. Namun, kondisi penyimpanan daya baterai menjadi pembeda paling krusial dibandingkan kendaraan konvensional.

>>> Bybit Buka Akses IPO SpaceX untuk Investor Ritel Lewat Token Saham

Masalah kelistrikan berpotensi memicu pengeluaran besar di masa mendatang jika tidak diantisipasi sejak awal. Oleh karena itu, pemeriksaan menyeluruh sangat dianjurkan.

Pemeriksaan Baterai dengan Scanner

Menurut Yogig Pramono, Kepala Teknisi Domo Hybrid EV, hal utama yang perlu diperhatikan saat membeli mobil hybrid atau EV bekas adalah baterai atau sistem elektrifikasinya.

Penilaian kesehatan baterai tidak bisa dilakukan secara kasatmata atau hanya melalui uji kemudi singkat. Konsumen membutuhkan perangkat khusus berupa pemindai elektronik untuk mendapatkan data akurat.

>>> Dokter Anak Ingatkan Orang Tua Tidak Hentikan Konsumsi Susu pada Anak Obesitas

Melalui scanner, calon pembeli dapat melihat indikator State of Health (SOH) yang menunjukkan sisa umur pakai baterai.

Angka persentase tinggi menandakan performa penyimpanan daya masih mendekati standar unit baru.

Yogig menambahkan, dengan scanner akan diketahui kondisi voltase dan SOH baterai dalam persen. Pemeriksaan ini sebaiknya dilakukan di bengkel resmi atau bengkel spesialis kendaraan elektrifikasi.

>>> Harga Minyak Mentah Dunia Melonjak Imbas Serangan Israel ke Lebanon

Bagi peminat tipe hybrid, pemeriksaan bagian mekanis bensin tetap mengikuti prosedur mobil standar. Namun, fokus utama calon pembeli tidak boleh teralih dari sistem elektrifikasi dan baterai.