Harga Minyak Mentah Dunia Melonjak Imbas Serangan Israel ke Lebanon
Harga minyak mentah dunia melonjak lebih dari US$ 2 per barel pada awal perdagangan, dipicu oleh eskalasi militer di Timur Tengah.
Israel meluncurkan serangan ke Lebanon, yang kemudian memicu respons balasan dari Iran.
>>> Prabowo Lantik Tiga Pimpinan Badan Gizi Nasional dan Terima Duta Besar
Minyak mentah berjangka Amerika Serikat (AS) naik US$ 2,57 menjadi US$ 93,11 per barel pada pukul 22.15 GMT (05.15 WIB).
Sementara itu, minyak mentah berjangka Brent terkerek naik US$ 2,67 hingga mencapai US$ 95,76 per barel.
Ketegangan Israel-Iran Memanas
Situasi di Timur Tengah kian memanas karena Israel terus melancarkan operasi militer ke Lebanon di tengah ketegangan dengan Hizbullah.
Langkah tersebut tetap diambil Israel meskipun proses negosiasi damai serta gencatan senjata antara AS dan Iran sedang berjalan.
Pemerintah Teheran menuntut agar kesepakatan damai dengan AS turut mencakup penghentian senjata di Lebanon.
Iran memperingatkan bahwa aksi militer Israel di Lebanon dapat mengancam hasil dialog perdamaian yang sedang diupayakan.
>>> Indonesia Upayakan Pemulangan Prasasti Pucangan dari India
Ketegangan memuncak ketika Israel membombardir wilayah Beirut untuk pertama kalinya sejak Washington memaparkan draf rencana gencatan senjata untuk Lebanon.
Korps Garda Revolusi Iran menyatakan bahwa operasi militer Israel menyasar pangkalan udara Ramat David di dekat Nazareth.
Pihak militer Israel berdalih tindakan tersebut merupakan bentuk pertahanan diri, mengklaim telah mengintersepsi rudal dari Iran.
Respons Donald Trump
Presiden AS Donald Trump menyatakan akan meminta Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk menahan diri.
Trump mengimbau agar Israel tidak melakukan serangan balasan lanjutan setelah Iran menembakkan gelombang rudal ke wilayah Israel.
Komunikasi antara kedua pemimpin berlangsung melalui telepon selama kurang dari 30 menit saat Trump berada di klub golfnya di Bedminster, New Jersey.
>>> Xiaomi Resmi Luncurkan Redmi Pad 2 9.7 di Indonesia, Harga Rp2,399 Juta
Hingga kini, pihak Gedung Putih maupun kantor perdana menteri Israel belum memberikan pernyataan resmi terkait detail pembicaraan tersebut.
Update Terbaru
Polda Metro Jaya Gelar Operasi Patuh Jaya 2026, Denda hingga Rp3 Juta
Senin / 08-06-2026, 09:20 WIB
Mulai 1 Juli 2026, Pulang dari Jepang Kena Pajak Rp340 Ribu
Senin / 08-06-2026, 09:19 WIB
Jadwal Lengkap Piala Dunia 2026: Fase Grup hingga 32 Besar
Senin / 08-06-2026, 09:19 WIB
Kurs Rupiah Melemah ke Rp18.105 per Dolar AS pada 8 Juni 2026
Senin / 08-06-2026, 09:18 WIB
Kurs Rupiah 8 Juni 2026 Anjlok ke Rp 18.115 per Dolar AS
Senin / 08-06-2026, 09:16 WIB
Lenovo Rilis Tablet Yoga Tab Android Setipis 6,2 Mm di Indonesia
Senin / 08-06-2026, 09:14 WIB
Majelis Etik Ombudsman Bacakan Rekomendasi Kasus Hery Susanto Hari Ini
Senin / 08-06-2026, 09:13 WIB
OpenAI Luncurkan Lockdown Mode di ChatGPT untuk Cegah Serangan Siber
Senin / 08-06-2026, 09:12 WIB
Trump Tegaskan Tak Akan Cairkan Aset Iran Sebelum Kesepakatan Damai
Senin / 08-06-2026, 09:12 WIB
Kebiasaan Buruk Pengemudi yang Merusak Baterai Mobil Hybrid dan Listrik
Senin / 08-06-2026, 09:09 WIB
OJK: Sektor Perdagangan Besar Dominasi Pembiayaan Multifinance
Senin / 08-06-2026, 09:09 WIB
Andoni Iraola Buka Peluang Darwin Nunez Kembali ke Liverpool
Senin / 08-06-2026, 09:08 WIB
Raisa Kejutkan Penonton dengan Sung Si-kyung di Konser JCC
Senin / 08-06-2026, 09:08 WIB
Samsung Batasi Update One UI 8.5 untuk Galaxy S22 dan Perangkat Lawas
Senin / 08-06-2026, 09:04 WIB






