Pakistan Cari Pesawat Kargo Hilang di Laut Arab
Otoritas Bandara Pakistan meluncurkan operasi pencarian dan penyelamatan maritim pada 7 Juli 2026 setelah pesawat kargo Boeing 737 milik K2 Airways hilang di atas Laut Arab.
Pesawat dengan nomor penerbangan KTA1732 itu membawa lima awak dan sedang dalam perjalanan dari Sharjah, Uni Emirat Arab menuju Karachi, Pakistan.
>>> Colombia Tampilkan Luis Suarez Lawan Swiss di Babak 16 Besar
Menurut catatan kontrol lalu lintas udara, pesawat melaporkan masalah sistem navigasi pada pukul 21.18 waktu setempat.
Pusat Kontrol Area Karachi memberikan panduan segera sebelum pesawat tiba-tiba turun dan mengubah arah.
Kontak radar dan komunikasi hilang tiga menit kemudian pada pukul 21.21.
Posisi terakhir pesawat sekitar 155 mil laut barat Karachi, dekat Ormara di Balochistan.
Flightradar24 mencatat laju penurunan kritis -22.400 kaki per menit pada ketinggian 1.100 kaki.
Angkatan Laut Pakistan mengerahkan kapal perang PNS Zulfiqar dan pesawat ATR bersama pesawat SAAB Angkatan Udara Pakistan serta kapal komersial Lahore.
"Pusat Koordinasi Penyelamatan diaktifkan dan operasi pencarian & penyelamatan terkoordinasi di laut diluncurkan melalui berbagai lembaga," kata Otoritas Bandara Pakistan dalam pernyataan.
Otoritas memverifikasi jumlah personel di dalam pesawat saat transmisi tanggap darurat.
>>> Geno Auriemma Tolak Narasi Rasial di Balik Pelanggaran Keras pada Caitlin Clark
"Ada lima awak di dalam pesawat," kata Otoritas Bandara Pakistan.
Catatan pelacakan penerbangan menunjukkan pesawat dengan registrasi AP-BOI itu awalnya beroperasi sebagai pesawat penumpang pada 1999.
Pesawat itu pertama kali digunakan Aeroflot pada 1999, lalu Garuda Indonesia pada 2004.
Pada 2012, pesawat dikonversi menjadi kargo dan dioperasikan oleh TNT Airways, kemudian ASL Airlines.
Pesawat itu diakuisisi oleh K2 Airways yang berbasis di Karachi pada 2024.
Data log penerbangan menunjukkan pesawat mengalami gangguan Sistem Navigasi Satelit Global regional tak lama setelah lepas landas dari Sharjah.
Pesawat sempat bergantung pada pelacakan multilaterasi sebelum sinyal normal kembali.
>>> Lamar Odom Selesaikan Kasus DUI Las Vegas dengan Plea No-Contest
Penyelidik pemerintah menyatakan penyelidikan resmi akan dimulai setelah bukti fisik ditemukan dari zona pencarian.
Update Terbaru
Polisi Tunggu Laporan Keluarga soal Kematian Dokter PPDS di RS Kandou
Rabu / 08-07-2026, 08:49 WIB
Netizen Ramai-ramai Sindir AS Usai Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Rabu / 08-07-2026, 08:49 WIB
Pakar Ungkap Penyebab Kunang-kunang Semakin Langka
Rabu / 08-07-2026, 08:48 WIB
Danantara Merger Empat BUMN Manajemen Investasi, Bakal Jadi Terbesar
Rabu / 08-07-2026, 08:48 WIB
Serangan Baru AS, Presiden Iran Langsung Pulang dari Irak ke Teheran
Rabu / 08-07-2026, 08:48 WIB
Beratnya Bertahan di Dunia Kerja, Ini 5 Film China Bertema PHK yang Bikin Sedih
Rabu / 08-07-2026, 08:43 WIB
Harvey Awards 2026: Chainsaw Man, Demon Slayer, One Piece Masuk Nominasi
Rabu / 08-07-2026, 08:43 WIB
Kebakaran Hutan Brunswick Creek Tutup Jalan Raya 1 di Fraser Canyon
Rabu / 08-07-2026, 08:42 WIB
Swiss Lolos Perempat Final Piala Dunia 2026 Sesuai Skenario Pelatih
Rabu / 08-07-2026, 08:42 WIB
Menonton Pertandingan Bola di TV Ternyata Ganggu Kesehatan Jantung
Rabu / 08-07-2026, 08:42 WIB
TNI Bantah Narasi Koperasi Merah Putih di Lampung Berada di Bukit
Rabu / 08-07-2026, 08:42 WIB
Indonesia Belajar ke AS, Perkuat Ekosistem Olahraga
Rabu / 08-07-2026, 08:42 WIB
Scout Traveler Spirit of ’26: Edisi Retro Rayakan 250 Tahun AS
Rabu / 08-07-2026, 08:38 WIB
Changan Deepal S05 Masih Diimpor dari Thailand, Tunggu Pabrik Lokal
Rabu / 08-07-2026, 08:38 WIB







