NATO Pilih Saab untuk Kontrak Pesawat Pengintai, Boeing Tersingkir
NATO secara resmi memilih perusahaan pertahanan Swedia, Saab, untuk memasok hingga 10 pesawat pengintai GlobalEye senilai $4,5 miliar.
Keputusan ini mengesampingkan Boeing, raksasa kedirgantaraan Amerika Serikat.
>>> Courtois Kesal Belgia Diremehkan sebelum Hajar AS di Piala Dunia 2026
Pengumuman tersebut disampaikan pada Selasa (11/7) saat Presiden AS Donald Trump tiba di Turki untuk menghadiri KTT NATO.
Kontrak ini langsung menggantikan armada pesawat AWACS era Perang Dingin yang sudah usang.
CEO Saab, Micael Johansson, menyebut nilai kontrak mencapai $4,5 miliar.
Keputusan ini dinilai sebagai pukulan kebijakan bagi Trump yang selama ini mendesak sekutu Eropa untuk membeli peralatan militer buatan Amerika.
Upaya Meredam Dampak Politik
Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, berusaha meredam dampak politik keputusan ini. Ia menekankan bahwa GlobalEye merupakan program transatlantik yang melibatkan komponen dari Amerika Utara.
"Seperti pendahulunya, GlobalEye adalah program transatlantik yang dikirim oleh industri Eropa dan Kanada dengan kontribusi penting dari industri AS.
Ini adalah kisah sukses nyata, sekali lagi, buatan NATO," ujar Rutte.
>>> Serangan Balik Mesir Mematikan, Argentina Tertinggal 0-2 di Menit 67
Keputusan ini mengikuti pola diplomasi intensif Rutte.
Sebelumnya, ia menggunakan alat bantu visual di Gedung Putih untuk meredakan kekhawatiran Trump yang mengancam akan mengurangi jumlah pasukan AS di Eropa.
"Saya ingin menunjukkan apa yang telah dicapai presiden ini," kata Rutte dalam pertemuan di Oval Office bulan lalu.
Ia menyajikan grafik yang menunjukkan peningkatan kontribusi pertahanan Eropa dan investasi yang langsung menciptakan lapangan kerja di AS.
Rutte juga menyebut grafik tersebut sebagai "Trump trillions" yang menunjukkan kenaikan belanja pertahanan sejak Trump menjabat pada 2017.
Pesawat GlobalEye Saab bersaing langsung dengan Boeing E-7 Wedgetail yang dibangun di atas kerangka pesawat komersial 737.
>>> Argentina ke Perempat Final Piala Dunia 2026 Usai Comeback Dramatis 3-2 Lawan Mesir
NATO dijadwalkan memulai negosiasi kontrak formal dengan Saab, dengan pengiriman awal ditargetkan pada 2030 jika kesepakatan final segera tercapai.
Update Terbaru
Super Pocket Edisi Activision Hadirkan 34 Game Klasik, Termasuk Pitfall dan Imagic
Rabu / 08-07-2026, 02:35 WIB
Ramalan Iwata 2009: 20 Tahun Lagi Game Digital Dominan, Kini Hampir Terbukti
Rabu / 08-07-2026, 02:35 WIB
Kadokawa Editor-in-Chief Ungkap Rahasia Sukses Membuat Manga
Rabu / 08-07-2026, 02:33 WIB
Prince Harry Kalah Gugatan Hukum terhadap Associated Newspapers
Rabu / 08-07-2026, 02:33 WIB
Nigel Farage Mundur dari Clacton, Picu Pemilu Kecil di Tengah Sorotan Keuangan
Rabu / 08-07-2026, 02:28 WIB
Toyota Pindahkan Produksi Tacoma dari Meksiko ke Texas
Rabu / 08-07-2026, 02:28 WIB
Daftar 7 Tim Lolos Perempat Final Piala Dunia 2026
Rabu / 08-07-2026, 02:28 WIB
Rekor Buruk Messi: Gagal 2 Kali Penalti di Satu Edisi Piala Dunia
Rabu / 08-07-2026, 02:23 WIB
Netflix Gandeng Billboard, Hadirkan Serial Video Musik Mulai 3 Agustus
Rabu / 08-07-2026, 02:23 WIB
Netflix Minta Ganti Rugi Hukum Hampir $3 Juta, Tuduh Penggugat Tak Punya Hak Paten
Rabu / 08-07-2026, 02:23 WIB
Daftar 7 Tim yang Tersingkir di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
Rabu / 08-07-2026, 02:22 WIB
Update Top Skor Piala Dunia 2026: Messi Kembali Puncaki Daftar
Rabu / 08-07-2026, 02:21 WIB
Penyakit Jantung Bisa Terlihat dari Kuku, Ini Ciri-cirinya!
Rabu / 08-07-2026, 02:21 WIB
Kreator Bayonetta Sebut Keberanian Capcom Ambil Risiko dengan IP Baru Jadi Kunci Sukses
Rabu / 08-07-2026, 02:21 WIB







