Pemimpin Reform UK, Nigel Farage, mengumumkan pengunduran dirinya sebagai anggota parlemen untuk Clacton guna memicu pemilu kecil mendadak.

Keputusan ini muncul di tengah sorotan tajam atas hadiah keuangan besar yang tidak diungkapkan, yang diduga digunakan untuk keamanan pribadi, staf, dan perumahannya.

>>> Daftar 7 Tim Lolos Perempat Final Piala Dunia 2026

Farage menyatakan bahwa publik Inggris harus menilai tindakannya, bukan penyelidik profesional independen.

Ia membingkai pemilu mendatang sebagai konflik antara rakyat dan kemapanan politik.

"Sepertinya kemapanan kini memutuskan bahwa mereka tidak bisa mengalahkan kami secara adil, jadi mereka memilih menggunakan cara-cara kotor," ujar Farage.

Kontroversi muncul setelah terungkap bahwa Farage menerima hadiah £5 juta yang tidak diungkapkan dari miliarder cryptocurrency Christopher Harborne dalam setahun setelah menjadi anggota parlemen pada 2024.

Otoritas parlemen saat ini menyelidiki apakah pendanaan ini terkait langsung dengan tugas politik atau parlementernya, yang dibantah Farage.

Selain itu, tuduhan lebih lanjut menyebut Farage menerima dukungan keuangan yang tidak diungkapkan dari George Cottrell, seorang narapidana dan bangsawan dari Gloucester.

Pemilu kecil ini secara efektif akan menghentikan sementara investigasi standar parlemen yang sedang berlangsung, memberi pemimpin Reform UK waktu tambahan.

Lawan politik mengecam keras langkah ini. Perdana Menteri Keir Starmer menyebut keputusan itu sebagai taktik defensif terhadap tuduhan keuangan.

"Dia terlibat dalam skandal.

Politik seharusnya tentang meningkatkan kehidupan jutaan orang, bukan tentang keuntungan pribadi, bukan tentang menyembunyikan sumbangan curang," kata Starmer.

Partai Buruh, Partai Konservatif, dan Liberal Demokrat mengumumkan tidak akan mencalonkan kandidat dalam pemilu kecil Clacton.

>>> Rekor Buruk Messi: Gagal 2 Kali Penalti di Satu Edisi Piala Dunia