Pengadilan Tinggi Inggris pada Selasa menolak gugatan privasi bernilai tinggi yang diajukan Pangeran Harry dan enam penggugat lainnya terhadap Associated Newspapers Ltd (ANL).

Hakim Nicklin dalam putusannya menyatakan bahwa para penggugat gagal membuktikan adanya aktivitas ilegal oleh penerbit Daily Mail dan Mail on Sunday tersebut.

>>> Nigel Farage Mundur dari Clacton, Picu Pemilu Kecil di Tengah Sorotan Keuangan

Kekalahan ini merupakan pukulan hukum signifikan bagi Duke of Sussex, yang sebelumnya memenangkan gugatan terhadap Mirror Group Newspapers pada Desember 2023 dan mencapai penyelesaian dengan News Group Newspapers pada 2025.

Hakim mencatat bahwa kecurigaan tidak sama dengan bukti hukum, dan para penggugat kini menghadapi tagihan biaya hukum gabungan yang diperkirakan lebih dari £50 juta.

Putusan itu bertepatan dengan kunjungan singkat Pangeran Harry ke London untuk menghadiri acara lembaga pemikir urusan internasional di Chatham House.

Dalam kesaksiannya, Pangeran Harry menggambarkan tindakan hukumnya terhadap pers Inggris sebagai misi pribadi. Ia pernah berkata, "Saya diberi tahu bahwa membunuh naga akan membuat Anda terbakar."

Hakim Nicklin menulis bahwa Pangeran Harry ingin pengadilan memahami dampak pribadi dari masalah yang diadili, namun hal itu sering menggeser kesaksiannya dari pelaporan fakta ke argumen.

Ia menambahkan bahwa banyak litigans yang mewakili diri sendiri dalam sengketa hukum intens mengalami kecenderungan serupa untuk memperdebatkan kasus mereka sendiri.

>>> Daftar 7 Tim Lolos Perempat Final Piala Dunia 2026

Hakim menyimpulkan bahwa para penggugat memiliki bukti utama yang tidak memadai untuk mendukung tuduhan inti mata-mata dan pelanggaran privasi.

Pangeran Harry sebelumnya mengungkapkan ketegangan internal kerajaan akibat kampanye hukumnya dalam memoar Spare, mencatat bahwa Raja Charles III menentang strategi tersebut dan menyebutnya "misi bunuh diri."

Ia juga mengungkapkan frustrasi atas apa yang disebutnya sebagai kepatuhan institusional terhadap operasi pers tabloid, termasuk keterlibatan kantor ayah dan saudaranya.

Setelah putusan, Pangeran Harry dan Doreen Lawrence merilis pernyataan bersama yang mengkritik keras hasil pengadilan, menyebutnya "pemutihan total yang jelas tetapi sayangnya tidak terduga."

Mereka menyatakan kekecewaan mendalam atas cara pengadilan mengevaluasi bukti yang diajukan terhadap penerbit surat kabar tersebut.

>>> Rekor Buruk Messi: Gagal 2 Kali Penalti di Satu Edisi Piala Dunia

Para penggugat berpendapat bahwa sistem hukum gagal memberikan hasil yang adil bagi individu yang menargetkan penerbit besar, dan menyimpulkan bahwa putusan itu menetapkan standar ganda yang melindungi perusahaan media daripada warga negara.