Toyota mengumumkan rencana pemindahan produksi pikap Tacoma dari Meksiko ke Amerika Serikat.

Pabrik di San Antonio, Texas, akan menerima investasi sebesar US$3,6 miliar untuk membangun jalur perakitan kedua.

>>> Ford Tarik 66.383 Hybrid karena Peringatan Pejalan Kaki Gagal Berfungsi

Jalur baru tersebut dijadwalkan beroperasi pada tahun 2030. Investasi ini juga akan menciptakan lebih dari 2.000 lapangan kerja baru.

Pabrik San Antonio akan memiliki kapasitas produksi tahunan sekitar 150.000 unit Tacoma.

Dengan perluasan ini, pabrik akan bertambah luas 2,5 juta kaki persegi atau dua kali lipat dari ukuran saat ini.

Tacoma akan diproduksi bersama Tundra dan Sequoia di pabrik yang sama. Pabrik tersebut juga baru saja mendapatkan pabrik poros belakang baru yang akan segera memulai produksi.

Produksi Tacoma di pabrik Baja California, Meksiko, akan dihentikan secara bertahap dalam waktu sekitar empat tahun. Nasib pabrik tersebut masih belum jelas karena saat ini hanya memproduksi Tacoma.

Toyota menegaskan tetap berkomitmen pada produksi di Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat.

>>> Trump Ampuni 9 Mekanik Diesel karena Hapus Kontrol Emisi

Perusahaan mendorong para pejabat untuk mencapai "penyelesaian cepat" atas perjanjian perdagangan USMCA yang tidak diperpanjang oleh pemerintahan Trump.

Pabrik Toyota di Guanajuato, Meksiko, yang juga memproduksi Tacoma, tampaknya tidak terpengaruh oleh perkembangan ini. Dengan demikian, produksi Tacoma masih akan berlangsung di Meksiko.

CEO Toyota Motor North America, Ted Ogawa, mengatakan investasi ini menunjukkan kepercayaan terhadap tenaga kerja, inovasi, dan potensi pertumbuhan jangka panjang di kawasan tersebut.

Ia menambahkan bahwa perluasan pabrik San Antonio memperdalam komitmen terhadap manufaktur Amerika.

Gubernur Texas, Greg Abbott, menyebut perluasan ini sebagai "investasi sebesar Texas" yang mencerminkan kekuatan tenaga kerja dan keunggulan bisnis negara bagian.

>>> Toyota Daftarkan Merek Camry Apex, Nama yang Pernah Dipakai Corolla Sporty

Ekspansi ini didukung oleh Texas Enterprise Fund dan program JETI.