Calon senator AS dari Partai Demokrat, James Talarico, dan Jaksa Agung Texas dari Partai Republik, Ken Paxton, terlibat perdebatan sengit mengenai kebijakan ekonomi negara bagian pada 6 Juli 2026.

Persaingan mereka semakin memanas setelah jajak pendapat terbaru dari Times/Siena dan Texas Politics Project menunjukkan kedua kandidat bersaing ketat untuk kursi Senat AS.

>>> Sean Mannion Rancang Skema Baru untuk Jalen Hurts dan Eagles

Hasil survei menempatkan tekanan besar pada kedua kampanye dengan waktu kurang dari empat bulan menuju pemilu November.

Data Texas Politics Project menunjukkan Talarico unggul 28 poin di kalangan pemilih independen, sementara Paxton mengamankan 84 persen dukungan Partai Republik setelah pemilihan pendahuluan yang kontroversial.

Dalam kunjungan sukarela ke pantry makanan di West Dallas pada Senin, Talarico mengkritik paket pajak federal yang ditandatangani pada 2025.

Ia juga meremehkan konvensi pertengahan masa jabatan Partai Republik yang akan datang di Dallas pada September sebagai respons terhadap ketidakpuasan pemilih.

"Mereka khawatir tentang apa artinya ini pada November tahun ini," kata Talarico. "Itulah mengapa mereka memilih Texas."

Calon dari Partai Demokrat itu menyatakan bahwa tokoh-tokoh nasional Partai Republik memilih Texas daripada negara bagian medan pertempuran lain karena dinamika politik yang berubah.

"Mereka memilih Texas karena mereka tahu ada perlawanan bipartisan yang tumbuh terhadap ekstremisme dan korupsi mereka," ujar Talarico.

Talarico mengungkapkan bahwa warga kelas pekerja Texas tidak mendapatkan manfaat dari penyesuaian ekonomi federal baru-baru ini.

"Saya belum bertemu warga Texas yang bersemangat dengan RUU besar yang buruk itu," kata Talarico.

Ia mendesak para pemimpin untuk lebih fokus pada perjuangan keluarga pekerja daripada saling serang.