Pakistan Kembali Luncurkan Serangan Mematikan ke Milisi Afghanistan
Pakistan kembali melancarkan serangan paling mematikan terhadap Afghanistan, menargetkan kelompok milisi yang dituduh bertanggung jawab atas serangan di Karachi akhir pekan lalu.
Menteri Informasi Pakistan, Attaullah Tarar, menyatakan operasi udara dan darat itu menewaskan 29 anggota milisi. Serangan menyasar kelompok Jamaat-ul-Ahrar, sempalan dari Tehreek-i-Taliban Pakistan (TTP).
>>> Honda: Kerja Sama dengan Nissan Hampir Final, ECU Jadi Prioritas
Sementara itu, pemerintah Taliban Afghanistan mengklaim serangan udara Pakistan di tiga provinsi timur menewaskan 36 warga sipil dan melukai 163 orang lainnya.
Korban Sipil Berjatuhan
Seorang warga di Provinsi Paktia, Adam Khan, mengatakan korban tewas adalah warga sipil tak berdosa, termasuk anak-anak, orang tua, dan perempuan yang sedang tidur di rumah.
Wakil juru bicara pemerintah Afghanistan, Hamdullah Fitrat, menambahkan bahwa Paktia dibom untuk kedua kalinya saat warga berusaha menyelamatkan korban.
>>> Peta Murgatroyd dan Maks Chmerkovskiy Sewakan Rumah di LA Setelah Pindah ke Florida
Operasi Pakistan di sepanjang perbatasan dengan Afghanistan ini merupakan yang paling mematikan sejak Maret lalu.
Mediasi oleh beberapa negara, termasuk China, sebelumnya gagal menghasilkan resolusi langgeng antara Afghanistan dan Pakistan.
Perang kedua negara awal tahun ini menewaskan ratusan warga Afghanistan dan menyebabkan puluhan ribu orang mengungsi.
>>> Julian Nagelsmann Ogah Mundur usai Jerman Dipermalukan Paraguay di Piala Dunia 2026
Meski Pakistan menjadi mediator antara Amerika Serikat dan Iran untuk mengakhiri perang di Timur Tengah, Pakistan menegaskan bahwa pertempuran melawan milisi di dalam negeri membutuhkan serangan terhadap Afghanistan.
Update Terbaru
Pengusaha Galvanis Apresiasi Penurunan Harga Gas Industri
Selasa / 30-06-2026, 12:09 WIB
Harga Minyak Dunia Turun 1 Persen Jelang Perundingan AS-Iran di Doha
Selasa / 30-06-2026, 12:09 WIB
Angkatan Laut Inggris Tak Akan Punya Kapal Perusak pada 2040, Ini Alasannya
Selasa / 30-06-2026, 12:09 WIB
Hasil Piala Dunia 2026: Jerman Tersingkir Dramatis usai Kalah Adu Penalti dari Paraguay
Selasa / 30-06-2026, 12:09 WIB
Nuanu Future Talks: Gastronomy Leaders 2.0 Siap Digelar di Bali
Selasa / 30-06-2026, 12:08 WIB
Bodycam Perlihatkan Pria Bersenjata Pisau Berlari ke Arah Deputi LASD Sebelum Ditembak
Selasa / 30-06-2026, 12:07 WIB
Deputi Montgomery County Tewas Setelah Tertabrak di Lokasi Kecelakaan
Selasa / 30-06-2026, 12:07 WIB
4 Tim Lolos ke Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
Selasa / 30-06-2026, 12:07 WIB
Gedung Putih Minta OpenAI Batasi Rilis GPT 5.6 karena Terlalu Canggih
Selasa / 30-06-2026, 12:07 WIB
BPOM Temukan Obat dan Kopi Herbal Ilegal, Klaim Tingkatkan Stamina Pria
Selasa / 30-06-2026, 12:07 WIB
MK Putuskan Kepala Daerah Tetap Dipilih Langsung oleh Rakyat
Selasa / 30-06-2026, 12:07 WIB
Latsarmil Diganti Latihan Bela Negara, Kemhan Hapus Materi Menembak
Selasa / 30-06-2026, 12:04 WIB
Jadwal Kanada vs Maroko di 16 Besar Piala Dunia 2026
Selasa / 30-06-2026, 12:04 WIB
Japto Ketum Pemuda Pancasila Diperiksa KPK Terkait Eks Bupati Kukar
Selasa / 30-06-2026, 12:04 WIB






