Honda mengumumkan bahwa rencana kerja sama dengan Nissan hampir mencapai titik final. Presiden Honda Toshihiro Mibe menyampaikan hal ini di hadapan pemegang saham pada Jumat (26/6).

Menurut Mibe, sebagian aspek kolaborasi sudah mendekati pengumuman. Honda, Nissan, dan Mitsubishi kini berada di tahap akhir pembicaraan untuk menstandarkan electronic control unit (ECU).

>>> Peta Murgatroyd dan Maks Chmerkovskiy Sewakan Rumah di LA Setelah Pindah ke Florida

ECU merupakan komponen inti yang menjadi fondasi perangkat lunak kendaraan.

Kesepakatan ditargetkan tercapai dalam beberapa pekan, meskipun masih ada isu dana pengembangan dan ketentuan lain yang belum tuntas.

Standardisasi ECU dan Dampaknya

ECU mengendalikan fungsi seperti pengemudian otonom dan sistem informasi, menjadi tulang punggung software-defined vehicle (SDV).

Jika kesepakatan tercapai, kendaraan dengan ECU bersama bisa meluncur pada 2029-2030, mencakup model hibrida dan listrik.

Standardisasi ini bertujuan menekan biaya melalui pengadaan bersama dan meningkatkan daya saing menghadapi rival dari China dan Tesla.

Mitsubishi diperkirakan ikut menyumbang dana, sementara rincian pengadaan dan pengembangan akan dibahas kemudian.

Di luar ECU, Honda dan Nissan juga membahas penyelarasan sistem operasi kendaraan serta kesepakatan produksi bersama di Amerika Utara.

Skema tersebut mencakup Nissan memasok pikap ke Honda dan Mitsubishi, serta pengembangan kendaraan berukuran lebih besar.

Kendala dari Renault dan Tekanan Investor

Renault, yang memegang 15 persen hak suara di Nissan, muncul sebagai potensi penghalang.

>>> Julian Nagelsmann Ogah Mundur usai Jerman Dipermalukan Paraguay di Piala Dunia 2026

Pada RUPS Nissan (23/6), Renault diduga memengaruhi penolakan pemegang saham atas usulan pengangkatan direktur independen.

Seorang sumber internal Nissan mengatakan, jika Renault menentang sesuatu yang ingin dilakukan Nissan, hal itu mungkin tidak terwujud.