Persetujuan pemegang saham menjadi krusial bagi Nissan untuk mengambil keputusan penting seperti penunjukan direktur dan pembentukan aliansi modal.

Di sisi lain, RUPS Honda diwarnai kritik dari pemegang saham atas lambatnya keputusan terkait bubarnya merger dengan Nissan dan revisi strategi EV.

Sebagian bahkan menyerukan Mibe mundur.

Posisi Honda kini lebih sulit dibanding dua tahun lalu.

Perusahaan membukukan rugi bersih 423,9 miliar yen (Rp46,6 triliun) untuk tahun fiskal yang berakhir Maret, dan memproyeksikan laba bersih 260 miliar yen untuk tahun berikutnya.

Mibe menegaskan tekadnya menghadapi tekanan.

"Kami akan menguasai sendiri cara untuk mengalahkan kekuatan-kekuatan baru dalam tiga tahun," ujarnya, merujuk pada rival baru seperti produsen China.

>>> 5 Fakta Menarik Jerman Tersingkir dari Piala Dunia 2026

"Jika tidak, bisnis roda empat kami akan dalam masalah."