Perjalanan Timnas Belanda di Piala Dunia 2026 harus berakhir secara dramatis setelah takluk dari Maroko melalui adu penalti pada babak 32 besar. Salah satu pemain yang paling menjadi sorotan usai laga adalah Justin Kluivert, putra pelatih Timnas Indonesia Patrick Kluivert, yang gagal menjalankan tugasnya sebagai eksekutor penalti.

Kegagalan Justin menambah kekecewaan Oranje yang sebenarnya sempat berada di ambang kelolosan. Belanda sudah unggul hingga memasuki menit-menit akhir pertandingan, namun kehilangan konsentrasi sehingga Maroko mampu menyamakan kedudukan sebelum akhirnya memenangkan drama adu penalti dengan skor 3-2.

>>> Sophie Devine Cetak Sejarah: 5.000 Run dan 200 Wicket di Kriket Internasional Wanita

Maroko Tampil Lebih Dominan Sejak Awal Pertandingan

Laga yang berlangsung di Estadio Monterrey, Meksiko, berjalan dengan tempo tinggi sejak menit pertama. Maroko tampil percaya diri dan langsung mengambil inisiatif serangan.

Kombinasi Achraf Hakimi, Azzedine Ounahi, dan Ismael Saibari membuat lini tengah Belanda kesulitan mengembangkan permainan. Singa Atlas beberapa kali mengancam gawang Bart Verbruggen melalui serangan cepat maupun tembakan dari luar kotak penalti.

Peluang terbaik Maroko pada babak pertama hadir melalui sundulan Neil El Aynaoui yang memaksa Verbruggen melakukan penyelamatan gemilang. Tak lama berselang, Hakimi juga melepaskan tendangan keras yang kembali mampu diamankan kiper Belanda.

Di sisi lain, Belanda tampil di bawah performa terbaiknya. Frenkie de Jong tak mampu mengontrol permainan karena terus mendapatkan tekanan. Akibatnya, Cody Gakpo dan Brian Brobbey minim mendapatkan suplai bola sehingga nyaris tidak menciptakan peluang berarti sepanjang babak pertama.

Perubahan Ronald Koeman Berbuah Gol

Memasuki babak kedua, pelatih Ronald Koeman mencoba mengubah jalannya pertandingan dengan melakukan sejumlah pergantian pemain.