Astra Honda Motor (AHM) mengklaim penjualan sepeda motor Honda tumbuh dua digit pada Januari-Mei 2026.

Pertumbuhan ini terjadi di tengah tekanan ekonomi seperti kenaikan suku bunga, harga bahan bakar minyak (BBM), dan pelemahan rupiah terhadap dolar AS.

>>> Cara Menukar Uang Kertas Rupiah Rusak, Sobek, dan Lusuh di Bank Indonesia

Chief Operating Officer AHM Octavianus Dwi Putro mengatakan penjualan ritel Honda naik 10-11 persen secara tahunan.

Sementara data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) menunjukkan distribusi (wholesales) hanya tumbuh 0,7 persen pada periode yang sama.

Menurut Octavianus, motor tetap menjadi pilihan utama mobilitas masyarakat saat terjadi gejolak ekonomi. "Jadi kadangkala masih menjadi pilihan terbaik pada posisi sekarang," ujarnya di Bekasi, Rabu (24/6).

Ia menambahkan bahwa motor Honda dianggap andal untuk penggunaan harian, efisien bahan bakar, dan fungsional.

>>> Vitalis Eau de Royale Couture Wangi Apa? Parfum Minimarket yang Dipuji Elegan

Penjualan naik di hampir semua segmen, terutama skutik 110 cc Beat serta skutik 150 cc PCX dan ADV.

Octavianus juga menepis anggapan bahwa konsumen beralih dari mobil ke motor. Menurutnya, masyarakat cenderung mengombinasikan penggunaan mobil dan motor untuk mobilitas tertentu.

Data AISI mencatat penjualan motor baru pada Mei 2026 sebanyak 479.388 unit, turun 8,6 persen dibanding bulan sebelumnya.

>>> 5 Bedak Two Way Cake Terbaik untuk Menutupi Flek Hitam, Mulai Rp45.000

Namun secara kumulatif Januari-Mei, penjualan mencapai 2.614.451 unit atau naik tipis 0,7 persen.