Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi belum menjadi pemicu utama masyarakat untuk beralih ke motor listrik. Hal itu diungkapkan oleh PT Astra Honda Motor (AHM).

Meski ada peningkatan dibanding tahun lalu, minat terhadap kendaraan listrik roda dua masih terbilang landai.

in1

>>> Christian Pulisic Siap Tampil Lawan Turki di Piala Dunia

Direktur Marketing AHM, Octavianus Dwi Putro, menyebut penjualan motor listrik Honda saat ini cenderung stabil.

“Ada peningkatan dibanding tahun lalu, (tapi) relatively flat lah ya kalau motor listriknya,” ujar Octa di Cikarang, Rabu (24/6).

Menurut Octa, keputusan konsumen membeli motor listrik dipengaruhi banyak faktor, bukan hanya harga BBM. Konsumen masih mempertimbangkan kesiapan infrastruktur, daya listrik di rumah, hingga kenyamanan penggunaan sehari-hari.

“Kita kembali ke pilihan konsumen.

Pasti konsumen kan punya pertimbangan disesuaikan lah, baik itu daya di rumahnya, kemudian masih ada worry terkait ini, meskipun kita selalu educate bahwa sebenarnya motor listrik yang sekarang juga sudah reliable,” kata Octa.

“Sebenarnya enggak perlu takut, tapi kembali konsumen kita kan punya pertimbangan masing-masing dan kita akan kasih pilihan ke konsumen,” tambah dia.

AHM saat ini telah menghadirkan empat model motor listrik di Indonesia: EM1 e:, EM1 e: Plus, ICON e:, dan CUV e:.

>>> Sebastian Berhalter Masuk Skuad USMNT Piala Dunia 2026 di Bawah Pochettino

Keempatnya disiapkan untuk memenuhi segmen pengguna dengan kebutuhan berbeda.

Octa menjelaskan, konsumen masih menilai motor bensin lebih praktis dan ekonomis.

Motor Honda dikenal memiliki konsumsi bahan bakar yang efisien, sehingga kebutuhan fungsional sehari-hari terpenuhi tanpa harus beralih ke listrik.

“Sekarang masih belum (meningkat) lah karena kan gini, bagi konsumen itu kan kalau sepeda motor terutama Honda ini kan cukup reliable dalam artian fuel efficient juga, kegunaan fungsionalnya juga memenuhi kebutuhan mereka,” ujar Octa.

“Jadi motor listrik ini mulai (diminati) tetapi masih menjadi backup lah istilah saya. Jadi motor cadangan,” tutupnya.

Sebagai informasi, distribusi kendaraan roda dua dari pabrik ke diler (wholesales) pada Mei 2026 tercatat sebanyak 479.388 unit.

Angka tersebut terkoreksi 7,9 persen dibanding April 2026 yang mencapai 520.972 unit.

>>> Timnas AS Tertinggal 2-1 dari Turki di Babak Pertama Piala Dunia 2026

Dibandingkan Mei 2025 yang mencatat wholesales 505.350 unit, distribusi kendaraan roda dua anyar ini merosot 5,1 persen.