Geno Auriemma Tolak Narasi Rasial di Balik Pelanggaran Keras pada Caitlin Clark
Pelatih bola basket putri UConn, Geno Auriemma, menolak narasi nasional yang mengaitkan pelanggaran keras terhadap guard Indiana Fever, Caitlin Clark, dengan isu rasial.
Pernyataan itu disampaikan dalam podcast "Sports Media with Richard Deitsch" pada Senin, 6 Juli 2026.
>>> Lamar Odom Selesaikan Kasus DUI Las Vegas dengan Plea No-Contest
Auriemma menanggapi diskusi yang muncul setelah pelanggaran flagrant-2 oleh forward Phoenix Mercury, Alyssa Thomas, terhadap Clark. Thomas mendapat skors satu pertandingan dan denda setelah ditinjau WNBA.
"Karena kegilaan dan fandom menjadi begitu terobsesi dengan seluruh hal ini, ini berubah menjadi sebuah perjuangan," kata Auriemma.
"Clark menjadi alasan mengapa pemain kulit putih di-WNBA sering dilanggar keras, dan menjadi alasan mengapa pemain kulit hitam tidak mendapat dukungan dan pujian seperti pemain kulit putih."
Pelatih Hall of Fame itu menekankan bahwa pelanggaran keras adalah paket sambutan standar bagi pemain pilihan teratas, bukan indikator sosial.
"Tidak setiap pelanggaran itu baik. Tidak setiap pelanggaran itu buruk, tapi ada pelanggaran yang flagrant — dan itu saja.
Itu bukan referendum tentang Amerika, seperti yang telah menjadi (sialan) ini," tambahnya.
Clark telah menerima sembilan pelanggaran flagrant sepanjang karier profesionalnya, rata-rata satu setiap sembilan pertandingan sejak menjadi pilihan nomor satu pada 2024.
Auriemma menyebut badai media dan penggemar sebagai "sialan" yang menganggap Clark sebagai "Yesus yang turun untuk menyelamatkan WNBA."
Ia menegaskan bahwa narasi penyelamat itu bukan dibuat oleh Clark sendiri. "Ini bukan diciptakan olehnya.
Ini diciptakan tentang dirinya oleh semua orang di Amerika yang delusional dan berpikir satu pemain yang bukan Wemby akan datang dan mengubah liga," ujarnya.
Update Terbaru
Polisi Tunggu Laporan Keluarga soal Kematian Dokter PPDS di RS Kandou
Rabu / 08-07-2026, 08:49 WIB
Netizen Ramai-ramai Sindir AS Usai Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Rabu / 08-07-2026, 08:49 WIB
Pakar Ungkap Penyebab Kunang-kunang Semakin Langka
Rabu / 08-07-2026, 08:48 WIB
Danantara Merger Empat BUMN Manajemen Investasi, Bakal Jadi Terbesar
Rabu / 08-07-2026, 08:48 WIB
Serangan Baru AS, Presiden Iran Langsung Pulang dari Irak ke Teheran
Rabu / 08-07-2026, 08:48 WIB
Beratnya Bertahan di Dunia Kerja, Ini 5 Film China Bertema PHK yang Bikin Sedih
Rabu / 08-07-2026, 08:43 WIB
Harvey Awards 2026: Chainsaw Man, Demon Slayer, One Piece Masuk Nominasi
Rabu / 08-07-2026, 08:43 WIB
Kebakaran Hutan Brunswick Creek Tutup Jalan Raya 1 di Fraser Canyon
Rabu / 08-07-2026, 08:42 WIB
Swiss Lolos Perempat Final Piala Dunia 2026 Sesuai Skenario Pelatih
Rabu / 08-07-2026, 08:42 WIB
Menonton Pertandingan Bola di TV Ternyata Ganggu Kesehatan Jantung
Rabu / 08-07-2026, 08:42 WIB
TNI Bantah Narasi Koperasi Merah Putih di Lampung Berada di Bukit
Rabu / 08-07-2026, 08:42 WIB
Indonesia Belajar ke AS, Perkuat Ekosistem Olahraga
Rabu / 08-07-2026, 08:42 WIB
Scout Traveler Spirit of ’26: Edisi Retro Rayakan 250 Tahun AS
Rabu / 08-07-2026, 08:38 WIB
Changan Deepal S05 Masih Diimpor dari Thailand, Tunggu Pabrik Lokal
Rabu / 08-07-2026, 08:38 WIB







