Serangan rudal dan drone besar-besaran Rusia menghantam Kyiv pada Senin dini hari, menewaskan setidaknya sembilan orang dan merusak sejumlah bangunan tempat tinggal.

Kepala Administrasi Militer Wilayah Kyiv, Tymur Tkachenko, mengonfirmasi jumlah korban jiwa dan luka-luka.

>>> China Uji Coba Rudal Jarak Jauh di Pasifik, Australia Kecam

"Sembilan tewas dan 46 luka-luka telah dikonfirmasi akibat serangan Rusia, termasuk lima anak-anak yang terluka," ujarnya.

Tkachenko menambahkan bahwa empat bangunan tempat tinggal di Distrik Podilskyi terkena serangan, sementara tim penyelamat masih mencari korban selamat.

"Sayangnya, ini bukan angka akhir. Operasi penyelamatan masih berlangsung," katanya.

Satu orang lainnya tewas di Distrik Bucha, barat laut Kyiv.

Secara keseluruhan, setidaknya 15 bangunan tempat tinggal di ibu kota rusak atau hancur, termasuk gedung berlantai sembilan dan 21 lantai.

Kementerian Pertahanan Rusia mengonfirmasi penggunaan senjata jarak jauh dan drone dalam skala besar terhadap target Ukraina pada Senin.

>>> China Uji Coba Rudal Jarak Jauh di Pasifik, Australia Kecam

Dalam unggahan Telegram, mereka mengklaim telah menghantam fasilitas militer dan energi di Kyiv dan sekitarnya, serta pangkalan udara militer di beberapa wilayah Ukraina lainnya.

Sementara itu, pasukan Ukraina melancarkan serangan balasan dengan menyerang infrastruktur energi di dekat Sevastopol di Krimea yang dianeksasi Rusia, serta menargetkan terminal minyak dan pelabuhan terdekat di Sankt-Peterburg.

Gubernur Krimea, Mikhail Razvozhayev, mengonfirmasi bahwa serangan Ukraina untuk sementara mengganggu jaringan listrik setempat.

Di front timur, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy membantah klaim Moskow yang menyebut telah merebut kota strategis Kostyantynivka di wilayah Donetsk.

"Pertempuran untuk Kostyantynivka masih berlangsung, yang sudah diklaim Putin sebagai miliknya, tapi jelas dia tidak akan pernah berani muncul di sana," kata Zelenskyy.

>>> Evaluasi Penyelenggaraan Haji 2026: Perbaikan Signifikan, Namun Masih Ada Catatan

Zelenskyy dan Presiden AS Donald Trump dijadwalkan membahas konflik yang sedang berlangsung di sela-sela KTT NATO di Ankara, Turki, yang dimulai pada Selasa.