Dengan 100 lubang bor di satu lokasi, kapasitas bisa mencapai 1,5 gigawatt, setara pembangkit besar.

>>> Nintendo Akhirnya Tambahkan Wario Land Pertama ke Switch Online

Model Bisnis dan Minat Pasar

Deep Fission menggabungkan teknologi reaktor PWR dari nuklir, pengeboran dari minyak dan gas, serta teknik perpindahan panas dari panas bumi.

Perusahaan memperkirakan biaya konstruksi dapat berkurang 70-80% dibandingkan PLTN tradisional.

Biaya listrik diproyeksikan sekitar $50 hingga $70 per megawatt-jam. Namun, angka-angka itu masih target perusahaan, bukan hasil terbukti.

Deep Fission mulai diperdagangkan di Nasdaq Global Market dengan simbol "FISN" pada 18 Juni 2026, dan menutup penawaran umum yang mengumpulkan $40 juta sebelum biaya.

Pusat Data Menjadi Target Pasar

Perusahaan telah menandatangani surat niat dengan pusat data, kawasan industri, pengembang bersama, dan mitra strategis yang mewakili hingga 18,5 gigawatt kapasitas potensial.

Namun, surat tersebut tidak mengikat dan tidak mewajibkan pembelian listrik, pendanaan proyek, pembangunan fasilitas, atau penempatan reaktor dalam jumlah tertentu.

Ketertarikan ini muncul karena pusat data membutuhkan pasokan listrik stabil 24 jam, tidak tergantung cuaca seperti tenaga surya atau angin.

Proyek Perdana di Kansas

Proyek pertama Deep Fission berada di Great Plains Industrial Park di Parsons, Kansas. Perusahaan telah menyelesaikan lubang bor akuisisi data pertama hingga kedalaman sekitar 6.000 kaki.

Langkah selanjutnya adalah menunjukkan kemampuan mengebor lubang bor skala komersial dan menempatkan reaktor prototipe secara aman. Deep Fission berencana mengajukan lisensi komersial ke NRC pada paruh pertama 2027.

Perusahaan merupakan bagian dari Program Reaktor Percontohan Departemen Energi AS (DOE).

>>> Pasar Saham AI AS Beralih ke Realisasi Laba di Kuartal III

DOE awalnya menetapkan target simbolis tiga reaktor canggih mencapai kekritisan pada 4 Juli 2026, dan target itu telah tercapai oleh proyek lain.