Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memberikan pistol beserta sekotak amunisi kepada setiap kepala negara dan pemerintahan anggota NATO yang menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) NATO di Ankara.

Hadiah tersebut menjadi perhatian karena sejumlah pemimpin harus mengikuti prosedur khusus terkait kepemilikan dan pengangkutan senjata api setelah kembali ke negara masing-masing.

>>> Menteri UMKM: Mayoritas Pengemudi Ojol Ingin Berstatus Pengusaha Mikro

Laporan mengenai pemberian suvenir itu dikonfirmasi oleh dua pejabat Uni Eropa.

Mereka menyebut Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen dan Presiden Dewan Eropa Antonio Costa termasuk penerima hadiah dari Erdogan pada penutupan pertemuan.

Salah seorang pejabat mengatakan tim pengamanan Antonio Costa langsung membawa pistol tersebut untuk menjalani pemeriksaan sesuai prosedur keamanan.

Setelah itu, senjata akan diproses berdasarkan ketentuan hukum Belgia sebelum disimpan oleh Sekretariat Jenderal Dewan Uni Eropa.

Menurut sumber yang dikutip Politico, prosedur itu dilakukan untuk memastikan kepemilikan dan penyimpanan senjata memenuhi seluruh persyaratan keamanan yang berlaku di Belgia.

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer juga mengungkapkan menerima hadiah serupa. Ia menjelaskan pistol tersebut dilengkapi ukiran nama masing-masing pemimpin serta disertai sekotak amunisi.

>>> Libur Sekolah Dorong Pengiriman Sepeda Motor via Kereta Tembus 13 Ribu Unit

Namun, Starmer mengatakan dirinya tidak membawa pulang hadiah tersebut karena akan menimbulkan persoalan hukum apabila masuk ke Inggris.

Menurutnya, senjata itu harus ditinggalkan di Turki meskipun Erdogan sebelumnya disebut telah mencabut pembatasan ekspor atas pistol tersebut.

Hingga kini, Kantor Perdana Menteri Inggris belum merilis foto maupun pernyataan resmi mengenai hadiah tersebut. Pemerintah Turki juga belum memberikan tanggapan resmi terkait laporan yang beredar.

KTT NATO di Ankara berlangsung pada 7–8 Juni dan dihadiri para kepala negara serta kepala pemerintahan negara anggota aliansi.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump turut menghadiri pertemuan tersebut bersama para pemimpin negara anggota lainnya.

Selain negara anggota NATO, sejumlah tamu undangan juga hadir dalam forum tersebut, di antaranya Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung.

>>> Menteri UMKM Dorong Pelaku Usaha Manfaatkan AI untuk Naik Kelas

Pertemuan itu membahas berbagai isu keamanan dan pertahanan, termasuk perkembangan situasi geopolitik di kawasan Eropa dan Timur Tengah.