Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Iklim Hashim Djojohadikusumo mengungkapkan sejumlah investor asing dari berbagai negara menyatakan minat untuk berpartisipasi dalam pasar karbon Indonesia.

Hashim mengatakan minat tersebut disampaikan berbagai lembaga internasional maupun investor yang selama ini ditemuinya.

>>> Prabowo: Pemimpin yang Berbohong kepada Rakyat Berdosa

"Saya sebagai utusan khusus sering ketemu dengan pihak-pihak luar negeri, lembaga-lembaga internasional termasuk investor-investor internasional, yang ingin berpartisipasi dalam pasar karbon di Indonesia," ujar Hashim dalam acara peluncuran Sistem Registri Unit Karbon (SRUK) di Jakarta Pusat, Kamis (9/7).

Hashim menjelaskan selama sekitar 1,5 tahun terakhir dirinya rutin bertemu berbagai lembaga dan organisasi internasional yang ingin terlibat dalam perdagangan karbon di Indonesia.

"Saya bisa melaporkan banyak sekali investor dan pelaku-pelaku dari luar negeri yang sudah siap untuk masuk ke pasar karbon Indonesia," ujarnya.

Menurut dia, ketertarikan tersebut datang dari sejumlah negara, mulai dari Amerika Serikat, Inggris, Norwegia, Belanda, hingga Jepang.

"Banyak. Dari Amerika, Inggris, Norwegia, Belanda, Jepang.

>>> Ormas Islam Bekasi Demo Tolak Revisi Perda Hiburan Malam

Itu kalau kita jumlahkan bisa puluhan miliar dolar," ujar Hashim saat ditemui usai acara.

Peluncuran SRUK Jadi Fondasi Pasar Karbon

Ia mengatakan peluncuran SRUK pada Kamis ini merupakan sesuatu yang membanggakan.

SRUK merupakan sistem yang menjadi fondasi tata kelola pasar karbon Indonesia. Sistem ini dirancang untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, keterlacakan (traceability), serta memberikan kepastian bagi pelaku usaha dan investor.

Pengembangan SRUK melibatkan sejumlah kementerian dan lembaga, antara lain Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Kehutanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Hari ini we delivered.

>>> Inggris vs Norwegia: Morgan Rogers Desak Putus Suplai Bola ke Haaland

Kita sudah wujudkan ini adalah hasil pekerjaan Pemerintah Indonesia yang patut dibanggakan bahwa hari ini kita mulai suatu sistem registrasi unit karbon yang betul-betul bisa bekerja dan berfungsi dengan baik," ujar Hashim.