Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Iklim, Hashim Djojohadikusumo, mengungkapkan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukanlah gagasan baru.

Ide tersebut telah dirancang Prabowo Subianto sejak sekitar tahun 2006.

>>> Bank Mandiri Kumpulkan 7.000 Kantong Darah Lewat Program Donor 2026

Hashim menyampaikan hal itu dalam sambutannya pada Pelantikan dan Pengukuhan DPP, DPD, dan DPC Srikandi Jaga Desa di Jakarta, Jumat (3/7/2026).

Menurut Hashim, Prabowo memiliki perhatian besar terhadap tingginya angka stunting di Indonesia. Program penyediaan makanan bergizi bagi anak-anak dan ibu hamil menjadi cita-cita yang terus diperjuangkan.

"Program MBG merupakan ide Presiden Prabowo sejak sekitar tahun 2006," kata Hashim, dikutip dari ANTARA.

Ia menjelaskan bahwa komitmen tersebut konsisten dibawa Prabowo dalam setiap kontestasi politik. Program MBG telah menjadi janji kampanye sejak Pemilu 2009 saat Prabowo maju sebagai calon wakil presiden.

Janji itu kembali diusung pada Pilpres 2014, 2019, hingga 2024.

>>> Adik Prabowo Disebut Untung dari Piala Dunia 2026, Ini Kata Arsari Group

"Itu janji kampanye Prabowo Subianto bahwa anak-anak di Indonesia semuanya yang menghendaki akan dapat makanan bergizi gratis, supaya stunting bisa kita tanggulangi," ujar Hashim.

Hashim menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen penuh melanjutkan program MBG hingga seluruh sasaran menerima manfaatnya. Program tersebut tidak akan dihentikan.

"Pemerintah sudah bertekad melanjutkan program MBG, tidak akan berhenti sampai nanti kita berhasil. Kita berikan makanan bergizi untuk semua anak-anak dan ibu hamil yang perlu," kata Hashim.

Meski demikian, Hashim mengakui adanya dugaan penyelewengan dalam pelaksanaan program. Ia menilai pengawasan menjadi faktor penting agar tujuan MBG tercapai.

Hashim meminta kementerian dan lembaga terkait, termasuk anggota Srikandi Jaga Desa, ikut mengawal implementasi di lapangan.

>>> Wujud Samsung Galaxy Z Fold8 'Wide' dari Dekat, Jelang Rilis 22 Juli

"Program-program dengan tujuan mulia, tapi kalau pelaksanaannya tidak diawasi dan dibina dengan baik, kita sudah lihat hasilnya," tuturnya.