Pada 2011, gempa berkekuatan 9,1 magnitudo mengguncang lepas pantai timur laut Jepang.

Tsunami raksasa yang mengikutinya menghancurkan garis pantai Tōhoku dan menyebabkan kerusakan parah di pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima.

>>> Ilmuwan Peringatkan Ancaman Tersembunyi dari Luar Angkasa Bisa Picu Kecelakaan Pesawat

Para ahli segera mengetahui bahwa gempa berasal dari retakan di sepanjang patahan di zona subduksi lepas pantai timur laut Jepang.

Namun, penyebab pasti di balik peristiwa sebesar itu masih sulit dipahami.

Empat belas tahun kemudian, para ilmuwan masih menyusun kisah asal-usul gempa secara utuh.

Satu hal yang jelas: untuk mencegah atau setidaknya mengantisipasi bencana serupa di masa depan, pemahaman mendalam tentang pemicu gempa raksasa sangat diperlukan.

Mengebor Inti Patahan di Bawah 7 Kilometer Laut

Langkah berani diambil tim peneliti: mengebor langsung ke jantung patahan yang menyebabkan bencana.

Untuk mencapai target, para peneliti harus menembus hampir 7 kilometer air sebelum mengebor sekitar 1 kilometer ke dasar laut.

Pada September lalu, tim naik ke kapal pengebor Chikyu dengan agenda ambisius: mencapai bidang patahan yang bertanggung jawab atas gempa 2011, yang terletak tepat di zona subduksi lepas pantai.

Ruang terbatas, tekanan sangat besar, dan kesalahan dapat menghabiskan waktu bertahun-tahun.

>>> Claire Liu Tembus Babak Ketiga Wimbledon, Tantang Coco Gauff

Patrick Fulton menjelaskan dalam siaran pers: "Tantangan terbesar adalah menemukan lubang sebelumnya (yang dibor pada 2012 selama fase awal proyek).

Tidak ada mesin atau kendali jarak jauh untuk memandu pipa bor langsung ke lubang. Pada kenyataannya, semua pipa baja itu berperilaku seperti spageti basah di bawah kapal."