Tim harus menurunkan rangkaian pipa bor sepanjang sekitar 7 kilometer ke dasar laut—dan kapal harus mempertahankan posisi yang sangat presisi selama proses berlangsung.

Ini seperti bermain Operation, tetapi dengan gempa bumi dan peralatan yang sangat mahal.

Setelah berhasil menemukan lubang dan mencapai patahan, pekerjaan sesungguhnya dimulai: mengebor palung samudra dan memasang perangkat pengukuran geofisika.

Masih banyak yang harus dipelajari dari instrumen-instrumen ini, tetapi setiap meter yang dibor membawa ilmuwan selangkah lebih dekat untuk memahami apa yang membuat gempa Tōhoku 2011 begitu dahsyat.

Harapannya, temuan ini dapat membantu memprediksi dan mempersiapkan diri menghadapi gempa serupa di masa depan.

>>> Program Ziswaf Dompet Dhuafa di Zona Madina Buka Peluang Kolaborasi Dakwah Global

Terkadang, Anda harus pergi jauh ke dalam untuk sampai ke dasar masalah—secara harfiah.