Guillaume Broche, creative director Clair Obscur: Expedition 33, menyatakan bahwa game yang berusaha menjadi sempurna seringkali berakhir membosankan.

Dalam wawancara dengan Konbini's Video Game Club, Broche membandingkan game dengan manusia. "Orang yang berusaha sempurna itu membosankan karena tidak punya kepribadian," ujarnya.

>>> The Elusive Samurai Season 2 Rilis Video Baru, Ungkap Lagu Pembuka dan Jadwal Tayang

Broche mencontohkan seri Devil May Cry.

Menurutnya, game pertama seri itu "agak berantakan" karena karakter Trish yang mirip ibu Dante dan dialog protagonis yang klise.

Namun, justru ketidaksempurnaan itu yang membuat game tersebut "sangat menawan". "Kamu melihat kekurangannya dan berpikir, 'Ya, ini norak, tapi aku peduli,'" kata Broche.

Clair Obscur: Expedition 33 sendiri memiliki banyak kekurangan yang justru menjadi daya tarik.

>>> Ize Press Lisensi Tiga Webtoon Korea untuk Cetak Januari 2027

Broche menyebut mini-game yang "tak tertahankan", kekuatan karakter yang absurd di Act 3, dan kemungkinan pemain menyelesaikan game tanpa melihat semua konten.

Tim pengembang memilih untuk tidak memperbaiki semua kekurangan itu. "Siapa peduli?

Itu lucu. Itulah yang kami sukai," kata Broche.

>>> Yen Press Umumkan Lisensi 8 Manga dan Novel Baru di Anime Expo 2026

Menurut Broche, ketidaksempurnaan adalah bagian dari pesona game. Pandangan ini selaras dengan pendekatan Sandfall Interactive yang lebih mengutamakan kepribadian daripada kesempurnaan.