Pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel, meyakini karma akan berpihak pada anak asuhnya saat mereka kembali ke Stadion Azteca, lokasi bersejarah Gol Tangan Tuhan.

Inggris akan menghadapi Meksiko di babak 16 besar Piala Dunia 2026 pada Minggu (5/7) mendatang.

>>> Pengeboran Belum Pernah Terjadi Ungkap Rahasia di Bawah Patahan Pemicu Mega-Tsunami 2011

Ini pertama kalinya Inggris bermain di stadion tersebut sejak kekalahan kontroversial dari Argentina pada Piala Dunia 1986.

Saat itu, Diego Maradona mencetak dua gol: satu lewat "Tangan Tuhan" dan satu lagi melalui dribel solo yang brilian.

Argentina menang 2-1 dan akhirnya menjadi juara dunia.

Karma untuk Membalikkan Sejarah

"Ya, takdir akan menghadiahi kami kali ini. Kami akan mengambil kembali apa yang hilang.

Ini masalah karma, dan karma itu akan datang berpihak pada kami untuk membalikkan keadaan," ujar Tuchel, seperti dilansir ESPN.

Tuchel yang saat itu berusia 13 tahun mengingat betul momen Piala Dunia 1986. Ia menilai gol kontroversial Maradona tidak akan pernah disahkan jika ada teknologi VAR seperti sekarang.

"Saya sangat bersemangat menyambut laga ini.

Menghadapi Meksiko di Meksiko adalah pertandingan yang ikonik, tetapi di sana kami akan bertanding melawan energi dari seluruh masyarakat di negara mereka," imbuhnya.

>>> Ilmuwan Peringatkan Ancaman Tersembunyi dari Luar Angkasa Bisa Picu Kecelakaan Pesawat

Bagi Tuchel, laga ini adalah momen yang tepat untuk berdamai dengan Stadion Azteca.

Namun, Inggris harus menghadapi tantangan berat, termasuk tekanan suporter tuan rumah dan bermain di ketinggian lebih dari 2.200 meter di atas permukaan laut.

Untuk menyiasati ketinggian, FA telah berkonsultasi dengan Tim Olimpiade Britania Raya. Inggris memutuskan berangkat ke Mexico City pada Jumat (3/7), dua malam sebelum pertandingan.