Trump Batalkan Rencana Hegseth Tarik Pasukan AS dari Eropa
Presiden Donald Trump membatalkan rencana Menteri Pertahanan Pete Hegseth untuk mengumumkan pengurangan lebih lanjut pasukan militer AS di Eropa.
Rencana itu batal setelah Menteri Luar Negeri Marco Rubio dan pejabat senior lainnya menolak pemotongan tersebut.
>>> Pemerintah AS Buka Lelang Perawatan Kolam Refleksi Lincoln Memorial
Pengumuman itu rencananya akan disampaikan dalam pertemuan para kepala staf NATO di Brussels bulan lalu. Sebelumnya, pada Mei 2026, AS telah mengumumkan penarikan 5.000 tentara dari Eropa.
Usulan yang dihentikan itu bertujuan mengurangi jumlah personel AS yang saat ini sekitar 68.000 orang.
Menurut Hudson Institute, jumlah itu 86 persen lebih rendah dari puncak Perang Dingin, tetapi tetap vital untuk stabilitas kawasan di tengah perang Rusia di Ukraina.
Perdebatan Internal dan Tekanan ke NATO
Perbedaan pendapat di dalam pemerintahan menunjukkan perdebatan soal kecepatan dan skala penarikan pasukan.
Trump mendesak sekutu NATO meningkatkan belanja pertahanan hingga 5 persen dari PDB, naik dari target saat ini 2 persen.
>>> Mod Stalking di Final Fantasy 14 Kembali Dihapus, Pemain Kecam Kurangnya Tindakan Square Enix
Dalam pidato di Brussels pada 18 Juni 2026, Hegseth menyampaikan visi strategis aliansi. “Kami menggandakan upaya menjadikan NATO aliansi yang seimbang dengan Eropa memimpin pertahanannya sendiri,” ujarnya.
Pentagon akan memulai penilaian postur pasukan selama enam bulan untuk mengalihkan beban pertahanan utama ke negara-negara Eropa.
Hegseth sebelumnya mengkritik disparitas belanja pertahanan Eropa dan menyebut “Paman Sam menjadi Paman Bodoh”.
Ia kemudian meyakinkan sekutu bahwa AS akan tetap bermitra jika Eropa meningkatkan komitmen finansial. “Militer Amerika dan rakyat Amerika berdiri di samping Anda,” kata Hegseth.
Menjelang KTT NATO di Ankara pekan depan, Trump mengkritik kontribusi mitra Eropa di media sosial.
>>> Trump Rencanakan Pengampunan Massal Hari Kemerdekaan, Malaysia Kejar Jho Low
Ia menyebutnya “sepihak” dan menegaskan negara-negara Eropa tidak mendukung AS dalam konflik internasional sebelumnya.
Update Terbaru
Rekor Dunia Super Mario 64 16 Star Dipecahkan Lagi oleh Suigi Setelah 3 Tahun
Sabtu / 04-07-2026, 02:14 WIB
Buru Diskon PS5 Fisik 4 Juli Sebelum Sony Tinggalkan Media Fisik
Sabtu / 04-07-2026, 02:14 WIB
AnimEigo Umumkan Rilis Blu-ray untuk Sakon the Ventriloquist, Moshidora, AD Police Files, dan Lainnya
Sabtu / 04-07-2026, 02:14 WIB
Danganronpa 2x2 Resmi Tunda ke Awal 2027, Rilis Skenario Baru 'Slayhem'
Sabtu / 04-07-2026, 02:14 WIB
Washington Wizards Dapatkan Deandre Ayton dari Los Angeles Lakers
Sabtu / 04-07-2026, 02:11 WIB
Kasus Pembunuhan Jaswant Singh Khalra 1995 Kembali Disorot
Sabtu / 04-07-2026, 02:11 WIB
Panduan Login Telegram Web yang Benar dan Aman
Sabtu / 04-07-2026, 02:11 WIB
Daftar HP Gaming Murah RAM Besar 2026, Performa Gacor Mulai 2 Jutaan
Sabtu / 04-07-2026, 02:08 WIB
Menjaga Kesucian Suara Warga dalam Pemilu AS
Sabtu / 04-07-2026, 02:07 WIB
Griffin Gaming Partners Ambil 3,24% Saham TinyBuild
Sabtu / 04-07-2026, 02:07 WIB
Pernikahan Taylor Swift dan Travis Kelce: Patung Es Dikirim ke Madison Square Garden
Sabtu / 04-07-2026, 02:07 WIB
Rekan NFL Travis Kelce Berolahraga Sebelum Pernikahan dengan Taylor Swift
Sabtu / 04-07-2026, 02:07 WIB
Pangeran William Ungkap Raja Charles Benci Sepak Bola
Sabtu / 04-07-2026, 02:07 WIB
Cristiano Ronaldo Pecahkan Kutukan Fase Gugur, Catat Rekor Baru di Piala Dunia 2026
Sabtu / 04-07-2026, 02:07 WIB






