Perhatian publik terhadap kasus penculikan aktivis hak asasi manusia Jaswant Singh Khalra pada 1995 kembali mengemuka setelah perilisan film biografi berjudul Satluj.

Catatan sejarah mengenai vonis lima perwira Kepolisian Punjab dalam kasus hilangnya Khalra pun kembali menjadi sorotan.

>>> Panduan Login Telegram Web yang Benar dan Aman

Khalra dikenal luas setelah mendokumentasikan ribuan dugaan kremasi ilegal jenazah tak dikenal oleh Kepolisian Punjab selama operasi kontra-pemberontakan di negara bagian tersebut.

Temuannya memicu tuntutan global akan investigasi independen terhadap dugaan pelanggaran HAM pada era militeransi.

Kronologi Penculikan dan Vonis

Menurut catatan investigasi yang dikutip Sunday Guardian Live, personel polisi yang diduga dipimpin oleh Ajit Singh Sandhu menculik Khalra pada 6 September 1995.

Mahkamah Agung India kemudian memerintahkan pemerintah Punjab untuk memindahkan Sandhu dari jabatannya di Tarn Taran selama proses penyelidikan berlangsung.

Biro Investigasi Pusat (CBI) akhirnya mendapatkan vonis terhadap beberapa perwira yang terlibat dalam penculikan dan pembunuhan tersebut.

>>> Daftar HP Gaming Murah RAM Besar 2026, Performa Gacor Mulai 2 Jutaan

Pada 2007, Pengadilan Tinggi Punjab dan Haryana memperberat hukuman mereka, dan keputusan itu kemudian dikuatkan oleh Mahkamah Agung.

Lima perwira yang dihukum adalah mantan DSP Jagpal Singh (hukuman penjara seumur hidup), mantan Sub-Inspektur Satnam Singh (hukuman penjara seumur hidup ketat), mantan pejabat Surinder Pal Singh (hukuman penjara seumur hidup ketat), mantan pejabat Jasbir Singh (hukuman penjara seumur hidup ketat), dan mantan Kepala Konstabel Prithipal Singh (hukuman penjara seumur hidup ketat).

Sandhu sendiri tidak pernah menyelesaikan persidangannya karena dilaporkan bunuh diri pada 23 Mei 1997 saat sedang bebas bersyarat.

Ia saat itu menghadapi 16 perkara hukum terkait dugaan pelanggaran HAM.

>>> Menjaga Kesucian Suara Warga dalam Pemilu AS

Mantan Direktur Jenderal Kepolisian Kanwar Pal Singh Gill, yang memimpin operasi kontra-pemberontakan, juga diperiksa namun tidak dihukum dalam kasus pembunuhan Khalra.