Frank Hill, dalam opini di The North State Journal, menyoroti pentingnya menjaga kesucian hak pilih warga negara Amerika Serikat.

Ia mengkhawatirkan upaya demokrat sosial yang dianggapnya ingin memperluas hak pilih kepada non-warga negara.

>>> Griffin Gaming Partners Ambil 3,24% Saham TinyBuild

Menurut Hill, pemilih di bawah usia 50 tahun memiliki kepentingan terbesar karena masa kerja dan puncak penghasilan mereka masih panjang.

Transfer kekayaan lebih dari $1 triliun dari generasi baby boomer ke Gen X dan milenial dalam satu dekade mendatang dinilai menjadi target menggoda bagi politisi demokrat sosial.

Ancaman terhadap Tradisi Pemilu

Hill menuding demokrat sosial telah membiarkan non-warga negara memilih dalam pemilu lokal di District of Columbia serta beberapa kota di California, Maryland, dan Vermont.

Ia menyayangkan belum ada tokoh Demokrat terkemuka yang secara terbuka menentang praktik tersebut.

Hak pilih yang sah, kata Hill, adalah fundamental bagi pengalaman Amerika, setara dengan kebebasan berbicara dan beribadah.

Ia mengingatkan bahwa warga Afrika-Amerika dan perempuan memperoleh hak pilih melalui proses amandemen konstitusi yang benar.

Hampir satu juta orang setiap tahun memperoleh hak pilih secara sah melalui proses imigrasi dan naturalisasi.

>>> Pernikahan Taylor Swift dan Travis Kelce: Patung Es Dikirim ke Madison Square Garden

Hill menekankan bahwa mendapatkan status kewarganegaraan bukanlah hal mustahil, tetapi membutuhkan kerja keras dan kepatuhan pada hukum.

Ia membayangkan kekacauan jika demokrat sosial menguasai Kongres dan negara bagian serta memperluas hak pilih non-warga negara ke semua pemilu.

Hill mempertanyakan bagaimana seseorang bisa memenuhi syarat untuk memilih dalam satu jenis pemilu tetapi tidak untuk yang lain.

Hill mencontohkan bahwa tidak ada yang pernah menganjurkan siswa dari satu sekolah untuk memilih ketua OSIS di sekolah lain.

Demikian pula, untuk memilih dewan direksi, seseorang harus menjadi pemegang saham yang berkepentingan langsung.

Ia menyarankan agar demokrat sosial mengusulkan amandemen konstitusi jika ingin memperluas hak pilih, atau membaca kembali sejarah bagaimana komunitas dulu membuat keputusan dengan kehadiran langsung dan pengetahuan tentang sesama warga.

>>> Rekan NFL Travis Kelce Berolahraga Sebelum Pernikahan dengan Taylor Swift

Jika tidak, kata Hill, kita bisa kembali ke masa ketika orang Moravia menentukan keputusan komunitas dengan membuang undi, setidaknya mereka mengandalkan otoritas yang lebih tinggi.