Fumito Ueda, sutradara di balik game legendaris seperti Ico, Shadow of the Colossus, dan The Last Guardian, mengakui bahwa momen tak terduga dalam game sering kali menjadi yang paling diingat pemain.

Dalam percakapan dengan pengembang game Goichi 'Suda51' Suda yang dilansir Automaton, Ueda membahas bagaimana elemen yang terasa 'kaku' atau tidak nyaman justru memperkuat pengalaman bermain.

>>> Wabah Infeksi Parasit Menyebar di Michigan dan 17 Negara Bagian AS

Suda51 menceritakan pengalamannya saat memainkan Shadow of the Colossus, tepatnya saat melawan musuh ketiga atau keempat di lereng bukit.

"Ada bagian saat memanjat di mana Wander harus melompat ke samping, dan saya sangat buruk melakukannya," ujar Suda51.

"Namun seiring waktu, bagian seperti itulah yang justru melekat sebagai kenangan petualangan."

Ueda setuju bahwa kekakuan awal itu yang membuat beberapa game terasa istimewa.

"Jadi, hal-hal yang tidak sengaja diciptakan, termasuk bagian yang sulit atau elemen yang agak tidak memaafkan dan kaku, justru menjadi yang paling berkesan," jelasnya.

>>> Menko Imin Kritik Akademisi Kehilangan Sikap Kritis Saat Jadi Birokrat

Meski menyadari hal itu sekarang, Ueda mengaku mungkin akan bersikap berbeda jika membuat game klasik PS2 tersebut di era modern.

"Jika saya melihatnya hari ini, saya mungkin akan berpikir harus memperbaikinya.

Saya akan melihat hasil playtest dan langsung berpikir, 'Jika pemain kesulitan di sini, kami harus segera merilis patch.'"

Saat ini, Ueda tengah mengembangkan game terbarunya, Gen Atlas, bekerja sama dengan Epic Games.

>>> Ronaldo Bantah Klaim Kakaknya soal Pensiun Usai Piala Dunia 2026

Game ini kembali mengusung tema skala dan ukuran, di mana pemain mengendalikan kepala mech raksasa yang bisa terbang dan berganti tubuh robot.