Pemerintah bersiap meluncurkan Sistem Registri Unit Karbon (SRUK) pada 9 Juli 2026. Peluncuran ini menandai dimulainya babak baru perdagangan karbon nasional yang terintegrasi dengan standar internasional.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengungkapkan bahwa SRUK telah diintegrasikan dengan Climate Data Steering Committee (CDSC).

>>> Bocoran Gambar Galaxy Watch Ultra 2: Kaca Safir dan Ketahanan 10 ATM

"SRUK telah diselaraskan dengan CDSC yang berstandar internasional dengan memperhatikan keperluan nasional," ujarnya dalam jumpa pers di kantor Kemenko Pangan, Kamis (2/7/2026).

Menurut Zulhas, platform tunggal pencatatan ini membuka jalan bagi perdagangan offset karbon di sektor kehutanan nasional.

Sektor tersebut diproyeksikan memiliki potensi awal sekitar 31,72 juta ton ekuivalen karbon dioksida dengan nilai ekonomi mencapai Rp5 triliun.

"Sudah dapat project senilai Rp5 triliun, ya. Berarti masuk pajak bisa berapa tadi?

PNBP-nya sudah Rp500 miliar, nah itu. Itu perdagangan karbon," lanjut Zulhas.

Kehadiran platform ini akan memfasilitasi transaksi unit karbon agar dapat diperdagangkan secara lebih kredibel.

>>> Petinju Legendaris Bereaksi atas Masalah Keuangan Floyd Mayweather

Sejumlah pembeli karbon dari mancanegara telah menyatakan minat besar terhadap berbagai proyek hijau di Indonesia.

"Sesuai komitmen Komite Pengarah, Indonesia kini memiliki SRUK sebagai platform tunggal pencatatan unit karbon berstandar internasional.

Ini merupakan fondasi penting agar pasar karbon Indonesia dapat dipercaya dunia sekaligus memberikan kepastian bagi investor dan pelaku usaha," jelas Menko Zulhas.

Peluncuran platform ini diharapkan menjadi titik mula terbentuknya ekosistem pasar karbon yang kompetitif di tingkat regional.

Indonesia memiliki peluang besar untuk menarik aliran modal investasi hijau secara masif ke dalam negeri.

"Pemerintah ingin memastikan perdagangan karbon Indonesia memiliki fondasi tata kelola yang kuat.

>>> Karyawan Toko Laporkan Tanda Bahaya Sebelum Penangkapan Kasus Pengabaian Anak di Ohio

Karena itu, perdagangan karbon tetap berjalan paralel dengan penyusunan peta jalan nasional sehingga seluruh proyek memiliki kepastian hukum sekaligus kepastian iklim usaha," tegas Zulhas.