Jagat media sosial kembali digegerkan dengan kasus perundungan berbasis penampilan atau body shaming yang melibatkan figur publik. Kali ini, sorotan tajam warganet tertuju pada industri kecantikan, di mana seorang dokter kecantikan diduga keras melakukan body shaming terhadap selebgram ternama, Amanda Zahra.
 
Usai videonya viral dan memancing amarah publik, dokter yang kini diidentifikasi sebagai dr. Ayu Kusumaningrum akhirnya muncul ke permukaan. Melalui sebuah video klarifikasi yang diunggah pada Sabtu (11/7/2026), ia menyampaikan permintaan maaf secara terbuka atas perbuatannya yang dinilai melukai hati banyak pihak.
 
Lantas, bagaimana kronologi sebenarnya dan apa isi dari permintaan maaf sang dokter? Berikut ulasan lengkapnya.
 

Ironi di Tengah Industri Kecantikan

Kasus ini menjadi sangat menarik perhatian publik karena adanya ironi yang kental. Seorang tenaga medis yang seharusnya berprofesi di bidang kecantikan dan bertugas untuk meningkatkan kepercayaan diri pasien, justru tertangkap basah menggunakan media sosial untuk merendahkan penampilan perempuan lain.
 
Tindakan ini jelas bertolak belakang dengan etika profesi kedokteran dan menuai kritik pedas dari warganet. Banyak yang menilai bahwa apa yang dilakukan oleh oknum dokter tersebut bukan hanya masalah pribadi, melainkan sebuah preseden buruk yang mencoreng nama baik dunia medis di mata masyarakat.
 

Kronologi Singkat: Curhatan Amanda Zahra yang Memicu Gaduh

Segala bermula ketika Amanda Zahra membagikan curhatan hati di Instagram Stories-nya. Selebgram yang dikenal dengan penampilannya yang flawless ini mengungkapkan kekecewaan dan rasa traumanya setelah mengetahui fakta bahwa ada seorang dokter di klinik kecantikan yang menjadi tempatnya menjalani perawatan, secara terang-terangan melakukan body shaming terhadapnya di dunia maya.
 
Unggahan yang sarat akan emosi tersebut seketika memancing simpati jutaan pengikutnya. Netizen yang merasa geram langsung melakukan investigasi kecil-kecilan dan menyoroti akun media sosial sang dokter. Tekanan publik pun memuncak, memaksa sang dokter untuk segera memberikan klarifikasi.
 

Update Terbaru