Kapten Timnas Spanyol, Rodri, mengakui bahwa dirinya bertindak berlebihan saat memprovokasi Bernardo Silva dalam laga 16 besar Piala Dunia 2026 melawan Portugal.

Insiden terjadi di menit-menit akhir pertandingan ketika sundulan Bernardo Silva melenceng dari gawang Spanyol. Rodri merayakan kegagalan tersebut secara emosional di dekat pemain Portugal yang masih terjatuh.

>>> Statistik Horor Cristiano Ronaldo di Laga Terakhir Piala Dunia 2026: Tak Berdaya Tanpa Shoot on Goal

Bernardo Silva langsung bangkit dan menghampiri Rodri untuk mempertanyakan sikapnya. Keduanya sempat terlibat adu kata di lapangan.

Rodri mengaku segera meminta maaf kepada Bernardo Silva bahkan sebelum pertandingan berakhir. “Saya pikir saya sudah mengatakannya sebelumnya, saya melakukan kesalahan karena merayakan saat dia gagal.

Saya langsung meminta maaf kepadanya,” ujar Rodri kepada media Spanyol.

Ia menambahkan bahwa emosinya saat pertandingan menjadi alasan utama reaksinya. “Itu terjadi karena intensitas dan kepercayaan diri dalam pertandingan,” katanya.

>>> Apa Penyebab Adrian Rantung Meninggal Dunia? Berikut Kronologi Tewasnya Dokter PPDS Unsrat di Kamar Kos, Benarkah Bunuh Diri Akibat Dibully?

Hubungan dekat antara Rodri dan Bernardo Silva sebagai rekan setim di Manchester City membuat insiden ini menjadi sorotan.

Rodri memastikan kejadian tersebut tidak akan merusak hubungan mereka.

Spanyol memenangkan pertandingan dengan skor 1-0 berkat gol Mikel Merino pada masa injury time. Kemenangan ini membawa La Roja melaju ke perempat final.

>>> Profil Adrian Rantung Dokter PPDS Unsrat yang Ditemukan Meninggal di Kamar Kos Diduga Bunuh Diri Akibat Dibully, Lengkap: Umur, Agama dan Akun IG

Bagi Portugal, kekalahan ini menjadi pukulan berat. Selain tersingkir, laga ini juga menandai akhir perjalanan Cristiano Ronaldo di Piala Dunia.