Sega tampaknya tidak luput dari kontroversi kecerdasan buatan (AI). Gantungan kunci promosi Dreamcast yang dijual di Sega Shop menunjukkan tanda-tanda hasil olahan AI.

Gantungan kunci bertema Anime Expo itu sebenarnya cukup menarik. Bentuknya menyerupai konsol Dreamcast, kontroler, dan VMU dengan sprite Chao dari Sonic Adventure.

>>> Iran Ogah Lanjut Negosiasi dengan AS jika Trump Terus Lempar Ancaman

Namun, saat diperbesar, logo Sega tidak menggunakan huruf asli melainkan garis melengkung samar yang diubah AI.

Tombol pada kontroler juga tampak aneh, dengan huruf 'B' yang terlihat seperti lingkaran berantakan.

Setelah memeriksa situs Sega, sebagian besar aksesori lain tidak terpengaruh AI. Bahkan ada gantungan kunci Dreamcast lain yang detailnya utuh meski menggunakan efek grain.

Satu produk lain yang bermasalah adalah pengharum mobil Crazy Taxi. Seperti dilaporkan Time Extension, gambar tersebut juga mengalami kerusakan teks serupa.

>>> Menko Yusril: Perpres 111 Jadi Dasar Pemerintah Tangkal Penyebaran LGBTQ

Situs SEGAbits menguji coba dengan menjalankan gambar asli melalui alat AI dan menghasilkan output yang sama.

Hal ini menunjukkan bahwa AI tidak langsung membuat karya seni untuk merchandise, melainkan digunakan untuk menempatkan gambar produk pada latar belakang tertentu.

Proses itu menyebabkan detail produk berubah secara tidak diinginkan. Kemungkinan gambar-gambar tersebut hanyalah placeholder, bukan produk akhir.

>>> Komdigi: Tingkat Kesuksesan Registrasi Biometrik Tembus 83 Persen

Sebelumnya, game Crazy Taxi: World Tour juga mendapat sorotan karena diduga menggunakan AI. Publik berharap Sega tidak terus menggunakan teknologi kontroversial ini pada produk ikoniknya.