Menteri Luar Negeri Inggris Yvette Cooper menyebut kemajuan kecerdasan buatan (AI) berpotensi menimbulkan ancaman serius bagi umat manusia, setara dengan tragedi bom atom Hiroshima.

Peringatan itu disampaikan jika negara-negara tidak bersepakat membatasi perkembangan AI. Cooper mendesak Amerika Serikat dan China untuk menyepakati regulasi internasional terkait AI.

>>> Bernardo Silva Marah Usai Rodri Selebrasi di Atasnya Saat Portugal Kalah

Dalam sebuah esai terbaru yang diterbitkan Chatham House, Cooper menyatakan dunia saat ini berada dalam fase berbahaya. Ia menyamakan perlunya kesepakatan internasional soal nuklir dengan regulasi AI.

"Terkait nuklir, kesepakatan internasional baru tercapai setelah dunia menyaksikan daya hancur di Hiroshima. Kita tidak boleh menunggu 'tragedi Hiroshima' versi AI sebelum bertindak," tulis Cooper.

Cooper menambahkan bahwa masyarakat di seluruh dunia merasakan risiko AI yang sangat besar.

>>> Blak-blakan Wamenaker soal Magang Hub dan Penciptaan Kerja Era Prabowo

Meski potensi AI luar biasa, risiko penyalahgunaan oleh aktor jahat seperti kelompok kriminal, ekstremis, dan teroris harus dipertimbangkan.

Ia meyakini AI akan menjadi isu kebijakan luar negeri paling dominan dalam dua tahun ke depan. Cooper mengidentifikasi AI sebagai salah satu ancaman terhadap keamanan global saat ini.

>>> Puluhan Ribu Warga Iran Sambut Kedatangan Jenazah Ali Khamenei di Qom

Triliuner Elon Musk juga pernah menyoroti bahaya AI. Pada 2023, Musk menyebut AI sebagai salah satu ancaman terbesar bagi umat manusia karena kecerdasannya melampaui manusia.