Ketua MPR Ahmad Muzani angkat bicara terkait kritik yang menyebut dirinya tidak layak menjadi utusan Presiden untuk menghadiri pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Muzani menegaskan statusnya sebagai utusan Presiden tidak perlu diperdebatkan. Menurutnya, MPR dan Presiden sama-sama lembaga tinggi negara.

>>> 7 Tanda Seseorang Terlalu Bergantung pada Pasangan, Waspadai

"Kepala negara memiliki kewenangan untuk mengambil keputusan siapa saja yang dianggap layak mewakili negara," ujar Muzani usai menerima kunjungan Perdana Menteri India, Narendra Modi, di kompleks parlemen, Selasa (7/7).

Politikus Partai Gerindra itu mengatakan, meski ia adalah Ketua MPR, kehadirannya bersama Menteri Luar Negeri Sugiono tetap mewakili seluruh masyarakat dan bangsa Indonesia yang berduka atas wafatnya Khamenei.

"Maka pada hari itu, Presiden meminta saya dan Menteri Luar Negeri untuk hadir pada acara tersebut. Insyaallah kami akan segera berangkat," katanya.

>>> Felix Wong, Bintang Legendaris The Legend of the Condor Heroes, Pensiun dari Akting

Prosesi Pemakaman Khamenei

Proses pemakaman Ali Khamenei telah dimulai sejak Sabtu (4/7) setelah tertunda lebih dari empat bulan sejak ia tewas akibat serangan Amerika Serikat-Israel pada 28 Februari lalu.

Jenazah Khamenei akan dimakamkan pada Kamis (9/7) di Imam Reza Shrine di kota kelahirannya, Masyhad, Iran.

Sebelumnya, jenazah disemayamkan di pusat Teheran untuk dilihat dan didoakan oleh jutaan warga Iran.

>>> Bintang The Odyssey Sebut Tenet Karya Christopher Nolan Kurang Diapresiasi

Jenazah Khamenei juga akan diarak keliling sejumlah kota di Iran hingga Irak sebelum dikebumikan. Saat ini, jenazah sudah tiba di Kota Qom, Iran.