PDIP: PSI Cuma Bisa Pansos, Jangan Mimpi Geser Kandang Banteng!
Ketegangan antara PDIP dan PSI kembali memanas.
Kali ini, elite PDIP melontarkan kritik keras dengan menyebut PSI hanya mencari panggung politik lewat serangan kepada partai berlambang banteng tersebut.
>>> Mahfud MD dan Said Didu Kompak Kritik Purbaya Soal Jawaban ‘Bos Saya Bukan?’
Ketua DPP PDIP Deddy Sitorus menanggapi pernyataan Ketua DPP PSI Bestari Barus yang mempertanyakan mengapa PDIP masih terus mengomentari Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), meski sudah bukan kader partai itu.
Menurut Deddy, justru PSI yang dinilainya terus membawa-bawa nama PDIP demi menarik perhatian publik.
"Perasaan nggak pernah kedengaran tuh suara PSI, sibuk nyeret-nyeret PDI Perjuangan saja. Rakyat sudah bosan dengan gimmick PSI," kata Deddy kepada wartawan.
Ia menilai PSI lebih sering menciptakan sensasi politik dibanding menyuarakan persoalan yang benar-benar dihadapi masyarakat.
"Sudahlah rakyat juga tahu mereka cuma bikin sensasi buat pansos elektoral," ujarnya.
Deddy pun menantang PSI untuk lebih vokal terhadap berbagai persoalan yang tengah menjadi perhatian publik.
"Ditunggu suaranya soal tuntutan mahasiswa, kasus suap Bupati Kuansing dan soal-soal lain yang terkait dengan rakyat," lanjut Deddy.
>>> Presiden Prabowo Terima Kunjungan Kenegaraan PM India Narendra Modi di Istana Merdeka
Sindiran soal Ambisi PSI di Jawa Tengah
Senada dengan Deddy, Juru Bicara PDIP Guntur Romli juga melontarkan sindiran terhadap ambisi PSI yang ingin mengubah Jawa Tengah dari "Kandang Banteng" menjadi "Kandang Gajah".
Menurut Guntur, rencana safari politik Jokowi ke Jawa Tengah justru memperlihatkan bahwa PSI belum memiliki kekuatan politik yang cukup.
"Jangan terlalu sombong mau ganti Jateng dari Kandang Banteng menjadi kandang gajah," kata Guntur.
Ia mengingatkan bahwa pada Pemilu 2024, PSI tetap gagal lolos ke parlemen meski saat itu Jokowi masih menjabat sebagai presiden dan secara terbuka dikaitkan dengan partai tersebut.
"Jokowi jadi presiden saja tidak mampu meloloskan PSI tahun 2024 padahal udah pake tagline PSI Partai Jokowi, apalagi gak jadi presiden," sindir Guntur.
Di akhir pernyataannya, Guntur juga menilai safari politik Jokowi tidak lepas dari kepentingan politik keluarga.
>>> Yoo Ah In Dikabarkan Comeback Lewat Film Vampire Usai Skandal Narkoba
"Safari politik Jokowi untuk semakin membuktikan ambisi kekuasaan keluarga Jokowi, demi kepentingan anak-anak dia," pungkasnya.
Update Terbaru
Gubernur Kalteng Tegaskan Komitmen Lawan Narkoba Usai Anggota Polisi Gugur
Selasa / 07-07-2026, 11:58 WIB
Tas Dior dan Chanel Jadi Doorprize Pernikahan Taylor Swift
Selasa / 07-07-2026, 11:58 WIB
Kemhan: Penyebaran LGBTQ Bukan Substansi Utama Perpres 111/2025
Selasa / 07-07-2026, 11:58 WIB
NBA Summer League 2026: Debut Top Draft Pick dan Aturan Baru
Selasa / 07-07-2026, 11:57 WIB
Panduan Mendapatkan Cuan dari Aplikasi Bit Soda Short Versi 2026
Selasa / 07-07-2026, 11:57 WIB
Cara Mudah Mengurus Perubahan Data Bansos dan Penurunan Desil 2026
Selasa / 07-07-2026, 11:56 WIB
Polisi Israel Lempar Granat Kejut ke Dalam Mobil Warga Palestina
Selasa / 07-07-2026, 11:56 WIB
Jadwal Siaran Langsung Swiss vs Kolombia di Piala Dunia 2026
Selasa / 07-07-2026, 11:56 WIB
Prabowo Sambut Hangat PM India Narendra Modi di Istana Merdeka
Selasa / 07-07-2026, 11:56 WIB
iCAR V27 Akan Melantai di GIIAS 2026
Selasa / 07-07-2026, 11:56 WIB
200 Nama PUBG Keren, Unik, dan Aesthetic, Langsung Salin
Selasa / 07-07-2026, 11:53 WIB
Iran Siapkan Tarif Selat Hormuz, Negara Sahabat Dapat Perlakuan Khusus
Selasa / 07-07-2026, 11:53 WIB
Bolehkah Makan Cokelat Setiap Hari? Ini Dampaknya bagi Tubuh
Selasa / 07-07-2026, 11:53 WIB
Rookie Muda Meriahkan NBA Summer League dengan Aksi Intens
Selasa / 07-07-2026, 11:50 WIB







