Pernyataan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang bertekad menguasai Jawa Tengah mendapat respons keras dari PDIP. Partai berlambang banteng itu menilai ambisi PSI terlalu berlebihan.

Politikus PDIP Guntur Romli mengatakan, langkah Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) yang akan berkeliling Jawa Tengah justru menunjukkan lemahnya kekuatan politik PSI.

>>> 10 Provinsi Gelar Pemutihan Pajak Kendaraan Juli 2026, Cek Daftarnya

Menurutnya, jika PSI benar-benar kuat, Jokowi tidak perlu turun langsung melakukan safari politik.

"PSI jangan terlalu sombong, Jokowi memaksakan keliling artinya PSI sangat lemah, kalau PSI kuat Jokowi pastinya cuma istirahat dan santai-santai saja," kata Guntur kepada wartawan.

Guntur juga menilai safari politik tersebut sebagai upaya mengalihkan perhatian publik dari isu yang membelit PSI.

Ia menyinggung soal Sekjen PSI yang mengaku menerima uang dari Bupati Kuansing dan baru dikembalikan 10 hari kemudian.

Ia juga menyoroti proses hukum yang dinilainya tidak adil. "KPK harus jangan tebang pilih, masa butuh 10 hari baru dikembalikan, itu tidak menggugurkan peristiwa pidana," ujarnya.

Guntur menambahkan, klaim PSI yang ingin merebut dominasi politik di Jawa Tengah tidak perlu ditanggapi serius. Menurutnya, hasil Pemilu 2024 sudah menunjukkan PSI belum memiliki kekuatan politik signifikan.

>>> Harga Emas Antam Hari Ini 7 Juli 2026 Stabil di Rp 2.670.000 per Gram

"Itu bentuk kesombongan saja, bukan pernyataan yang perlu ditanggapi, apalagi dikhawatirkan," ucapnya.

Ia mengingatkan bahwa pada Pemilu 2024 PSI gagal menembus parlemen meski mendapat dukungan penuh dari Jokowi yang saat itu masih menjabat presiden.

"PSI 2024 aja gagal masuk parlemen, meski didukung penuh oleh Jokowi... PSI jangan sombong," tambahnya.

Sebelumnya, Ketua DPW PSI Jawa Tengah Antonius Yogo mengungkapkan pihaknya telah mengusulkan agenda kunjungan Jokowi ke 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah.

PSI masih menunggu kepastian jadwal sebelum safari politik dilaksanakan.

>>> PDIP: PSI Cuma Bisa Pansos, Jangan Mimpi Geser Kandang Banteng!

"Kami menunggu jadwal dari Bapak. Tugas kami mempersiapkan agar beliau bisa turun langsung memastikan Jawa Tengah benar-benar sebagai Kandang Gajah," kata Yogo.