"This is a result of how the local horizon plane is oriented relative to the positions of the Earth, Moon and Sun," kata spesialis observatorium Catherine Miller.

Pada wilayah yang jauh dari garis khatulistiwa, garis pembatas antara area terang dan gelap di Bulan terlihat hampir vertikal.

Kondisi ini membuat pergeseran fase Bulan di langit tampak bergerak secara horizontal.

Namun, arah gerakan tersebut saling berlawanan.

Masyarakat di belahan Bumi utara menyaksikan Bulan membesar dan mengecil dari kanan ke kiri, sedangkan penduduk di belahan Bumi selatan melihat arah sebaliknya.

Variasi tampilan Bulan semakin unik di kawasan ekuator.

Ketika Bulan terbit menuju fase purnama, bentuk sabitnya justru terlihat berkembang secara vertikal, bukan horizontal seperti wilayah lain.

Fenomena di khatulistiwa ini memicu Bulan sabit sering kali terlihat menyerupai bentuk perahu yang mengapung.

>>> Dishub DKI Sediakan 3.687 Kantong Parkir dan 7 Rute Transjakarta untuk CFD Rasuna Said

Di sebagian besar area Bumi, pergeseran fase Bulan dapat berubah dari vertikal ke horizontal atau sebaliknya, dipengaruhi oleh musim dan posisi pengamat.