Persaingan antara Amerika Serikat dan China kini merambah ke luar angkasa. Kedua negara adidaya itu berlomba menemukan sumber air di permukaan Bulan.

NASA telah menyusun rencana melalui program Artemis untuk mengirim astronaut ke kutub selatan Bulan pada 2028.

>>> IHSG Melonjak 2,71 Persen, Analis Rekomendasikan Saham ACES, INCO, dan TLKM

Namun, China bersiap mendahului lewat misi Chang'e-7 yang dijadwalkan meluncur pada 2026.

Misi Chang'e-7 akan menjadi pembuktian langsung pertama bagi Beijing dalam melacak titik air di satelit Bumi.

China membidik wilayah kutub selatan karena area itu diproyeksikan menyimpan cadangan es air melimpah di kawah-kawah gelap.

Peluncuran Chang'e-7 diperkirakan mendahului robot penjelajah VIPER milik NASA yang baru ditargetkan meluncur pada akhir 2027.

Jika berhasil, China berpeluang mengamankan keunggulan awal dalam kompetisi pemanfaatan sumber daya alam di Bulan.

Langkah ini menjadi kelanjutan dari kesuksesan misi Chang'e-6 tahun lalu yang berhasil membawa pulang sampel tanah dari sisi jauh Bulan.

Para ilmuwan antariksa sudah meyakini keberadaan es air di Bulan lewat berbagai studi dan pengamatan teleskop.

>>> For Revenge Rilis 'Penyangkalan', Lagu yang Mewakili Perasaan Gen Z

Fokus utama perburuan kali ini adalah memetakan lokasi paling efektif untuk dieksploitasi.

Cadangan air lokal di Bulan bernilai tinggi karena dapat diolah menjadi air minum, oksigen, hingga hidrogen untuk bahan bakar roket.

Ketersediaan komoditas ini akan memangkas biaya logistik operasional luar angkasa secara signifikan.

NASA sendiri memiliki rencana jangka panjang membangun pangkalan tetap di Bulan lengkap dengan pasokan energi dari reaktor nuklir.

Strategi Teknis China Berburu Air

Wahana Chang'e-7 akan dipersenjatai dengan instrumen ilmiah mutakhir, termasuk kamera pemetaan resolusi tinggi, sensor inframerah spektrum luas, dan kamera hyperspectral untuk membedah material permukaan Bulan.

China juga melengkapi wahana ini dengan seismograf untuk memantau aktivitas gempa Bulan serta kamera topografi. Kawah Shackleton menjadi target lokasi pendaratan utama, meski belum diumumkan secara resmi.

Keunggulan unik Chang'e-7 terletak pada kemampuannya bermanuver mencari paparan sinar Matahari demi menjaga pasokan energi sel surya.

>>> Disdikpora DIY Buka Pengajuan Akun SPMB SMA dan SMK Negeri 2026

Setelah mendarat, robot ini akan melakukan pengeboran untuk menganalisis kandungan es air pada sampel tanah.